2019-01-06

Oppo R17 Pro: Smartphone Dengan Kamera Pembaca 3D dan Charge Super Cepat

Oppo kembali merilis smartphone terbarunya di Indonesia, Oppo R17 Pro. Smartphone yang sebetulnya telah dirilis pada September 2018 lalu, kini dibawa ke tanah air untuk berebut ceruk sesuai target Oppo Seri-R: fashionable, suka dengan teknologi baru, dan tentu saja punya budget lebih.
Sebagai catatan, Oppo hanya membawa R17 Pro saja ke tanah air meski smartphone ini punya 'adik kandung' yakni R17 yang spesifikasinya lebih rendah. Meski dirilis secara global berbarengan, smartphone ini tak terlampau banyak dibahas oleh banyak orang. Itulah mungkin yang menjadi alasan mengapa Oppo hanya membawa kakaknya tersebut.

Sebagai salah satu seri-R dari Oppo, R17 Pro memiliki tampilan yang amat memikat. Terlebih tampilan belakang yang memadukan antara warna ungu dengan biru muda dan dibatasi oleh gradasi kabut yang sedikit menyerupai huruf S. Oppo sendiri menyebut tampilan ini sebagai Radiant Mist.

Bodi belakang yang cantik ini terbuat dari bahan kaca yang bertekstur matte. Bahan ini tergolong anti fingerprint magnetic. Ya memang tak anti-anti banget sih. Sidik jari tetap ada tapi tak terlalu tampak. Dan sebagai perlindungan, Oppo memasang coating Corning Gorilla Glass 6 pada bodi belakang ini. Sudah cantik, kuat pula.

Tampilan bodi cantik ini tidak terganggu oleh kehadiran fingerprint scanner. Sebab salah satu fitur keamanan ini berpindah ke bagian depan, dan orang-orang menyebutnya under display fingerprint scanner. Ini merupakan salah satu fitur unggulan Oppo R17 Pro.

Kalau bodi belakang saja terpasang Gorilla Glass 6, apatah lagi layar yang ada di depan. Layar berjenis AMOLED dengan bentang 6,4 inci yang memiliki poni tetes air di bagian atasnya ini juga sama-sama terpasang coating Gorilla Glass 6.

Layar ini memiliki rasio 19,5:9 dengan screen to body ratio sebesar 91,5%. Sehingga meski berlayar cukup lebar, tidak membuat bodi smartphone jadi melebar. Dimensi total smartphone ini hanya 157.6 x 74.6 x 7.9 mm saja.

Fitur unggulan lain selain tampilan dan sidik jari di bawah layar adalah kamera. Fitur ini pun menjadi yang paling banyak diperbincangkan sebab membawa sebuah teknologi baru di ranah smartphone mid-range.

Oppo R17 Pro memiliki tiga kamera di belakang. Ketiga modul kamera yang didesain vertikal ini memiliki fungsinya masing-masing. Pertama, modul kamera di tengah memiliki resolusi 12 MP, dengan dual aperture yakni f/1.5 dan 2.4 dan ukuran sensor 1.,4 µm. Dual aperture ini akan berganti-ganti secara otomatis sesuai dengan kondisi pencahayaan.

Modul kamera kedua yang berada di bawahnya, memiliki resolusi yang lebih tinggi yakni 20 MP dengan aperture f/2.6. Kamera yang letaknya paling bawah ini berjasa dalam membuat efek bokeh yang ciamik.

Sementara itu, kamera yang berada di posisi paling atas merupakan TOF 3D stereo camera. TOF singkatan dari Time of Flight. Kamera ini bisa dipergunakan untuk mengambil foto tiga dimensi, yang kelak berguna untuk aplikasi 3D printing.

Kamera ini pun bisa diaplikasikan ke hal yang lebih luas, seperti penangkapan gerak, bentuk tubuh, pengukuran kedalaman, dan lainnya. Aplikasi augmented reality pun bakal lebih baik dengan kamera ini.

Sayangnya, Oppo masih menonaktifkan fitur ini, sebab software-nya masih mentah. Kelak kalau pihak pengembang dari Oppo sudah siap, pemilik Oppo R17 Pro akan mendapat update-nya. ~Tapi ya gak tau kapan siiih...

Saat ini, kamera TOF ini hanya bisa dipergunakan untuk mengenali kondisi pencahayaan dalam membantu kamera lain memotret.

Pembacaan cahaya saat memotret memang menjadi andalan utama dari kamera Oppo R17 Pro. Sehingga Oppo cukup percaya diri dengan memberi tagline "Seize the night" yang berasal dari padanan Bahasa Inggris untuk bahasa Latin “carpe noctem”, pada smartphone ini. Ya, “merengkuh malam” kalau ditafsirkan ke Bahasa Indonesia.

Sementara itu, kamera depan yang letaknya persis didalam poni tetes air memiliki resolusi yang lebih besar lagi yakni 25 MP dengan bukaan f/2.0. Kamera ini memiliki ukuran sensor 0.9µm.

Untuk dapur pacunya sendiri, Oppo memasang chipset Snapdragon 710 yang terdiri atas delapan inti. Inti ini tersusun dari dua inti Kryo 360 Gold berkecepatan 2,2 GHz dan enam Kryo 360 Silver berkecepatan 1,7 GHz. Urusan grafis diserahkan pada Adreno 616.

Sebagai catatan, Oppo R17 Pro menjadi smartphone resmi pertama yang memakai chipset Snapdragon 710 di Indonesia. Catat ya, yang resmi.

Untuk urusan performa sendiri, Snapdragon 710 berada di bawah Snapdragon 845, namun cukup superior dibandingkan Snapdragon 660 apalagi Kirin 710 dan Helio P60. Cuma ukuran itu hanya tampak dari skor AnTuTu saja yang berkisar di angka 150 ribu hingga 160 ribu.

Soalnya kalau pengalaman penggunaan, antara Snapdragon 710 dengan Snapdragon 660 tidak terlalu jauh berbeda. Ya, mungkin karena sama-sama chipset mid-range.

Untuk pasar Indonesia, Oppo hanya membawa Oppo R17 Pro yang versi RAM 8 GB dan internal memori 128 GB saja.

Sebelum masuk ke harga, ada satu pertimbangan lagi untuk meminang Oppo R17 Pro, yakni keberadaan fitur Super VOOC Flash Charge. Untuk diketahui saja, Oppo Find X reguler hanya memakai fitur VOOC. Barulah pada Find X edisi Lamborghini yang harganya 'menakjubkan' itu fitur ini disematkan.

Kelebihan Super VOOC adalah mampu mengisi daya jauh lebih cepat daripada smartphone tanpa fitur ini. Melalui fitur ini, dalam 10 menit saja, Oppo mengklaim smartphone ini bisa terisi dayanya sebesar 40 %.

Baterai Oppo R17 Pro memiliki kapasitas 3700mAh yang terdiri atas dua sel yang masing-masing memiliki 1850mAh. Dan agar baterai ini tetap bisa diisi dengan fitur Super VOOC itu, harus ada seluruh komponennya, yakni smartphone-nya, kabel, dan kepala charger bawaan. Kalau misal tidak ada kabel charger-nya saja, fitur ini tidak bisa berjalan.

Soal harga, ada yang bilang harga yang ditawarkan Oppo cukup tinggi. Overprice, kata anak Jaksel. Sebab ukuran harga smartphone biasanya didasarkan pada jenis chipset. Tapi Oppo tetap percaya diri dengan merilis Oppo R17 Pro ini dengan harga resmi Rp9.999.000.

Apakah harga sebesar itu membuat Oppo R17 Pro ini di-skip banyak orang? Belum tentu. Sebab seperti tertulis di awal, market Oppo terutama seri R ini menyasar mereka yang sejalan dengan desain, fitur, citarasa, dan terutama budget lebih. Jadi kalau bukan target pasarnya, ya jangan bilang mahal.

2018-11-07

Honor 8X Resmi Dirilis di Indonesia, Ini Harga dan Sepsifikasinya

Honor terus merangsek di pasar Indonesia dengan menghadirkan beragam smartphone mereka. Kali ini, pabrikan yang merupakan 'anak' dari Huawei ini merilis Honor 8X yang merupakan salah satu smartphone premium dengan harga terjangkau, di tanah air pada Selasa (6/11/2018).

Honor 8X menjadi pelanjut strategi Honor untur menancapkan diri sebagai pemain besar dalam industri smartphone di Indonesia. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh James Yang saat peluncuran Honor 8X.

"Honor tak akan berhenti memukau Indonesia dengan kegiatan promosi yang menarik. Kami pun akan menyediakan produk yang inovatif, dengan marketing yang tepat sasaran. Sehingga kami bisa menjadi merek smartphone pilihan dan favorit di Indonesia," katanya di Jakarta.

Seperti telah disebut diatas, Honor 8X sendiri tergolong sebagai smartphone premium yang menurut banyak orang dikategorikan sebagai flagship killer. Sebab spesifikasi Honor cukup membuatnya berada di jajaran smartphone papan atas yang memiliki fitur lengkap.

Beberapa fitur yang menjadi andalan Honor 8X adalah Chipset-on-Film (COF) yang memungkinkan antena diletakkan di sisi samping bodi, atau tidak lagi berada di bagian atas. Kameranya pun memiliki anti-shaking yang membuat pengambilan gambar tidak lagi buram akibat goyangan tangan atau benda bergerak. Untuk lebih lengkapnya silakan lihat gambar berikut ini.


Honor 8X dibanderol dengan harga Rp3.999.000 dengan pekt bundling khusus pada penjualan secara online di Shopee. Penjualan ini bakal dimulai pada tanggal 8 november 2018 pukul 12.00. Untuk penjualan offline sendiri, pihak Honor berjanji akan mengirim perangkat ke sejumlah gerai di berbagai kota di tanah air dan tersedia pada 10 November 2018.

2018-11-01

Wiko Tommy 3 Series Bisa Terkoneksi Internet Meski tanpa SIM Card dan WiFi

Setelah cukup lama tidak terdengar kabarnya, Wiko akhirnya merilis smartphone terbarunya kembali di Indonesia. Mencoba kembali peruntungannya, strategi pabrikan smartphone asal Perancis ini akhirnya berupaya meniru pabrikan China yang membuat smartphone dengan harga yang terjangkau namun spesifikasinya bagus.

Segmentasi yang disasar Wiko kali ini lebih kepada konsumen entry-level. Lebih spesifik lagi, Wiko menyasar kaum milenial yang gemar internetan namun dengan budget yang terjangkau. Untuk itulah Wiko merilis Wiko Tommy 3 Series.

Wiko Tommy 3 Series terdiri atas Tommy 3 dan Tommy 3 Plus. Kedua ponsel ini menghadirkan tampilan yang lebih luas dan jaringan internet yang baik. Untuk tujuan koneksi terbaik tadi, Wiko menggandeng Skyroam SIMO sehingga pengguna Wiko Tommy 3 Series tak perlu menggunakan Wi-Fi dan koneksi data untuk internet stabil.

Skyroam SIMO membuat Wiko percaya diri dengan mengusung tagline No SIMCard, No WiFi, No Problem. Ya, Wiko Tommy 3 Series menggunakan Skyroam SIMO untuk mendeteksi seluruh jaringan provider di Indonesia. Sehingga smartphone ini memiliki kemampuan untuk berjalan tanpa SIMCard provider tertentu maupun WiFi namun tetap terhubung ke internet. Meski begitu, bukan berarti Wiko Tommy 3 Series tidak memiliki slot SIMCard sama sekali maupun koneksi WiFi.

Koneksi tersebut menjadi salah satu titik unggul dari Wiko Tommy 3 Series. Namun bukan berarti sisi yang lain pun ditinggalkan begitu saja. Wiko Tommy 3 Plus memiliki layar Full View IPS dengan resolusi HD+ yang memiliki bentang layar 5,45 inci 1.440 x 720 piksel dengan aspek rasio 18:9. Wiko Tommy 3 memiliki ukuran yang sama hanya lebih kecil resolusinya saja, 960 x 480 piksel.

Wiko Tommy 3 Series dijual dengan harga Rp999.000 untuk Wiko Tommy 3 dan Rp1,5 juta dan Rp1,3 (flash sale) untuk Wiko Tommy 3 Plus. Kedua smartphone ini memiliki beberapa varian warna, yaitu Anthracite Mirror (khusus 3 Plus) (Hitam kaca mengkilap), Anthracite Matte (hitam doff), Gold (emas), Cherry Red (merah), Bleen (silver), serta biru muda.

Inilah spesifikasi lengkap dari Wiko Tommy 3 Series:


2018-09-29

Oppo Find X Seri Terbaru Bakal Punya RAM Terbesar

Oppo Find X merupakan sebuah ponsel inovatif saat ini. Modul kameranya yang tersembunyi dibalik bodi membuat ponsel ini menjadi inovasi menarik saat ini. Meski begitu, Oppo rupanya masih terus melakukan uji coba agar flagship-nya ini lebih menarik banyak pihak penggemar gawai.

Untuk itulah Oppo sepertinya bakal merilis kejutan baru untuk ditanamkan pada Oppo Find X. Sebab baru-baru ini, media telah mengintip data terbaru yang masuk di TENAA, regulator telekomunikasi Cina. Di dalam data tersebut tercantum sebuah pembaruan untuk Oppo Find X dengan nomor model PAFM00 yang memperbarui RAM saja.

Di data tersebut tercantum kalau RAM terbaru dari Oppo Find X menjadi 10 GB. Hal ini bakal menjadikan Oppo Find X sebagai ponsel dengan RAM terbesar saat dirilis.

Meski belum pasti kapan Oppo Find X dengan RAM 10 GB tersebut dirilis, namun GizmoChina memprediksikan kalau Oppo membanderolnya di angka 7,999 Yuan ($1,163) atau setara dengan Rp17 jutaan.

Saat ini Oppo Find X sebetulnya sudah memiliki RAM 8 GB yang terbilang cukup besar. Apalagi RAM tersebut menjadi pendamping chipset yang paling kuat saat ini, yakni Snapdragon 845. Untuk di pasaran Indonesia, Oppo Find X hanya dijual versi memori internal 256 GB saja. Harga ponsel ini Rp13 juta, sehingga kalau ada peningkatan RAM dan harganya seperti yang diprediksi, maka kenaikan harganya cukup luar biasa hanya dengan naiknya RAM saja. Menurut kamu, apakah ini layak?

2018-09-19

Predator Helios 300, Laptop Game Mewah Terbaru Acer

Acer merilis laptop untuk divisi gaming terbarunya di seri Predator, yakni Predator Helios 300 Special Edition. Produk yang diluncurkan di Jakarta pada Selasa (18/09/2018) ini memakai warna dan kecanggihan baru di dalamnya.

Di sisi luar, Predator Helios 300 Special Edition memakai warna putih dengan aksen emas yang tak pernah tampak pada seri Predator sebelumnya. Hal ini membuat kesan mewah untuk laptop ini seketika muncul begitu saja.

Untuk bagian layar, Acer memasang monitor FHS LED IPS dengan frame rate 144 Hz. Harapannya dengan monitor jenis tersebut, gambar yang dihasilkan oleh Predator Helios 300 Special Edition bisa smooth dan terang.

Laptop ini dipasangi dapur pacu yang menggiurkan bagi pengguna laptop gaming dimanapun. Sebab ada Intel Core i7+ Generari ke-8 yang dilengkapi dengan NVIDIA GTX 1060. RAM-nya sendiri berkapasitas 2x8 GB DDR4 dan kapasitas hardisk 1 TB dengan tambahan SSD sebesar 256 GB. Untuk yang masih kurang dengan RAM dan memori tadi, Acer menyediakan slot tambahan untuk membuat kapasitas keduanya lebih besar.

Selayaknya laptop gaming yang kerap membuat prosesor memanas, maka Acer pun menambahkan AeroBlade 3D Fan. Sejenis kipas ini bakal membuat laptop lebih dingin 35%. Teknologi pendingin milik Acer ini hanya dijumpai di produk-produk Predator saja.

Untuk harganya sendiri, Predator Helios 300 Special Edition dibanderol Rp28,5 juta. Acer memberikan bonus pembelian seperti backpack, mouse, mousepad, dan eraphone dengan nuansa yang sama dengan laptopnya, yakni putih dan aksen emas. Bagaimana, berminat?

Honor 9i Resmi di Indonesia dengan Desain Cantik dan Harga Terjangkau

Honor 9i akhirnya resmi beredar di pasar Indonesia. Hal ini dipastikan setelah Honor Indonesia menggelar launching Honor 9i di Jakarta pada Selasa (18/09/2018) kemarin. Honor 9i tampil dengan desain dan spesifikasi yang cukup memikat. Seperti apa?

Layar Honor 9i memakai panel IPS LCD dengan bentang 5,84 inci Full HD+ dengan aspek rasio 19:9. Meskipun layarnya tergolong besar, namun Honor 9i tidak begitu besar sehingga masih nyaman dalam genggaman. Untuk yang kurang suka poni, sayangnya di bagian atas layar Honor 9i masih teronggok sebuah poni sebagai wadah kamera depan yang tentu bisa disamarkan di menu Pengaturan.

Layar ini sendiri merupakan salah satu unggulan dari Honor 9i karena bisa dipergunakan sebagai cermin. Hal yang sama juga berlaku di cover belakang yang mengkilat seiring terpaan cahaya. Hal ini membuat desain ponsel ini cukup cantik.

Kamera Honor 9i memakai konfigurasi kamera ganda di belakang dengan resolusi 13 megapiksel dan 2 megapiksel. Perbedaan resolusi ini membuat kamera belakang tersebut mampu menciptakan efek bokeh yang ciamik. Sementara itu di kamera depan memakai resolusi 16 megapiksel dengan fitur beauty effect dan smart portrait. Kamera depan inipun dimanfaatkan oleh Honor sebagai face unlock.

Dapur pacu Honor 9i memakai chipset Kirin 659 dengan prosesor delapan inti yang berkecepatan 2,36 GHz. Chipset ini ditopang pula oleh dua varian RAM dan memori internal, yakni RAM 3 GB dan memori 32 GB, juga RAM 4 GB dan memori 64 GB. Keduanya dibanderol dengan harga yang berbeda.

Baterai Honor 9i memiliki kapasitas daya 3.000 mAh. Daya ini akan menopang sistem operasi Android 8.1 dengan kustomisasi EMUI khas Honor.

Untuk harganya, Honor membanderol Honor 9i dengan harga Rp2,6 juta untuk RAM 3GB dan memori 32 GB. Sementara untuk RAM 4 GB dan memori 64 GB dibanderol Rp3,1 juta. Untuk variasi warna, Honor menyediakan Midnight Black, Sapphire Blue, dan Robin Egg Blue.

2018-09-13

Apple Rilis Tiga iPhone Baru, Seperti Apa?

Dari Steve Jobs Theater, Apple merilis tiga iPhone baru dan satu smartwatch Apple pada Rabu (12/9/2018) pagi waktu setempat. Tiga iPhone itu adalah iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR. Seperti apa ketiganya, dan berapa harganya?
iPhone XS dan XS Max merupakan penerus dari iPhone X yang fenomenal pada tahun kemarin. Kedua iPhone ini memiliki peningkatan di ranah chipset dan kamera. Sementara itu, iPhone XR merupakan versi 'murah' dibandingkan kedua versi tadi meskipun spesifikasinya tidak terpaut terlalu jauh.

iPhone XS memiliki layar 5,8 inci dengan panel OLED 2436x1125 piksel dengan densitas 458 ppi. Chipset yang dipakai A12 Bionic dengan teknologi Next Generation Neural Engine. Sementara itu kamera belakangnya memiliki konfigurasi 12 megapiksel (tele F/2.4) dan 12 megapiksel (wide angle F/1.8) dengan fitur Smart HDR, Portrait mode dengan Depth Control, Advanced Bokeh. Kamera depan memiliki resolusi 7 megapiksel dengan bukaan f/2.2.

Kalau iPhone XS Max layarnya lebih besar, yakni 6,5 inci Super Retina dengan panel OLED 2688 x 1242 piksel dengan densitas 458 ppi. Untuk chipsetnya sendiri masih sama menggunakan A12 Bionic. Begitupun juga dengan kameranya.

Yang sedikit berbeda adalah iPhone XR yang merupakan versi terendah dari tiga iPhone yang dirilis Apple di tahun 2018 ini. Meski memiliki chipset yang sama, iPhone XR punya layar 6,1 inci dengan panel LCD dengan resolusi 1792 x 828 piksel dan densitas 326 ppi. Kamera belakangnya pun hanya satu dengan resolusi 12 megapiksel, bukaan f/1.8, dan dengan beberapa fitur Smart HDR dan OIS.

Untuk harganya sendiri, iPhone XS dibanderol mulai dari USD 999 atau setara Rp14,3 juta, iPhone XS Max mulai dari USD 1.099 atau setara dengan Rp15,8 juta, sementara iPhone XR dibanderol dengan harga USD 749 atau sekitar Rp10,7 jutaan.


iPhone XR bisa dipesan per 19 Oktober di beberapa negara dan mulai tersedia pada 26 Oktober 2018, Sementara iPhone XS dan iPhone XS Max sudah bisa dipesan untuk beberapa negara mulai 14 September dan pengirimannya atau ketersediaannya mulai 21 September 2018. Saat ini belum ada kabar kapan ketiganya menyambangi penggemar Apple di tanah air.

2018-09-12

Vivo V11 Pro dan V11 Akhirnya Resmi di Indonesia, Harganya?

Cepatnya pasar ponsel di Indonesia membuat Vivo akhirnya merilis Vivo V11 Pro dan Vivo V11 pada Rabu (12/9/2018) siang. Padahal pabrikan asal Cina ini belum setengah tahun pun merilis Vivo V9 di tanah air. Bahkan suksesor V9, yakni V9 6GB belum lama pula dirilis. Namun tentu ada alasan bagi pemilik pangsa pasar di Indonesia sebesar 9 % ini.

Vivo V11 Pro membawa teknologi baru yang canggih dan baru pertama kali ini hadir di Indonesia bahkan dunia. Ponsel ini membawa teknologi Screen Touch ID yang menjadi refleksi kalau ponsel ini merupakan ponsel masa depan dan berupaya menyasar kalangan milenial. Teknologi ini memungkinkan pemindai sidik jari berada di dalam layar sehingga tidak memerluka pemindai tambahan di bodi belakang maupun bagian depan.

Selain Screen Touch ID, Vivo V11 Pro membawa spesifikasi yang cukup gahar. Ia diberi dapur pacu Snapdragon 660 AIE yang dipadankan dengan RAM 6 GB dan memori internal 64 GB yang bisa diperluas hingga 256 GB. Baterai Vivo V11 Pro ditenagai dengan daya sebesar 3400 mAh yang sudah dipasangi dual-engine fast charging.

Di bagian depan, ada layar 6,4 inci dengan panel Super AMOLED yang memiliki kerapatan 1080 x 2340 piksel. Layar ini memiliki aspek rasio 19,5:9 dan memiliki poni waterdrop yang kekinian.

Sektor kameranya sendiri, Vivo V11 Pro mengusung kamera ganda pada bagian belakangnya dengan besaran 12 megapiksel dan 5 megapiksel. Untuk kamera depannya, Vivo V11 Pro memiliki 25 megapiksel dengan bukaan f/2.0 yang ada di poni waterdrop tadi. Baik kamera belakang maupun depan, sudah mendukung fitur kecerdasan buatan yang diklaim membuat hasil foto lebih baik. Khusus untuk kamera depan, selain befungsi sebagai kamera foto juga digunakan untuk face recognition.

Vivo V11

Sementara itu, Vivo V11 pun dirilis pada waktu yang bersamaan. Namun sepertinya antusiasme liputan dan sambutan penggemar gadget tanah air lebih tertarik dengan Vivo V11.

Meski begitu, Vivo V11 sebetulnya memiliki spesifikasi yang tak kalah gahar. Perbedaannya yang paling mencolok, V11 tidak memiliki Screen Touch ID serta menggunakan MediaTek Helio P60 yang dipadu dengan RAM 6 GB dan memori 64 GB.

Perbedaan lainnya adalah ukuran layar yang hanya 6,3 inci dengan aspek rasio 19:9. Dan di bagian belakang ada sensor sidik jari.

Bagian kamera juga berbeda, Vivo V11 mengusung kamera belakang ganda dengan resolusi 16 megapiksel dan 5 megapiksel. Sedangkan kamera depannya punya besaran sensor yang sama dengan V11 Pro, yakni 25 megapiksel.

Ketersediaan warna antara V11 dan V11 Pro sama saja, yakni Starry Black dan Nebula Blue. Kedua warna ini merupakan warna yang sedang kekinian, yakni mengadopsi teknik warna gradasi yang sangat cantik.

Untuk harganya, Vivo V11 dibanderol di harga Rp5 juta, semetara V11 Pro dibanderol dengan harga Rp4,5 juta. Sejak dirilis, kedua ponsel ini bisa dipesan pada beberapa ecommerce seperti Lazada, JD.ID, Shopee, Akulaku, dan Tokopedia. Untuk paket pre-order tadi, Vivo menyediakan paket bundling dengan operator Indosat IM3 yang akan memberikan pulsa Rp20.000 dan kuota unlimited untuk media sosial dan streaming YouTube selama setahun.

2018-09-11

Bersiap Bayar Bulanan Kalau Masih Pakai Windows 7

Windows 7 masih dipakai oleh sekitar 40% dari pengguna sistem operasi Windows secara keseluruhan. Banyak yang menganggap Windows 7 masih nyaman dipakai dibandingkan penerusnya, Windows 8 dan Windows 10. Namun sayangnya, masa nyaman itu mungkin harus dilepas secara paksa.
Pasalnya Microsoft selaku pemegang lisensi dan pengembang sistem operasi yang dipakai oleh hampir 80% pengguna komputer di seluruh dunia ini akan menghentikan pembaruan keamanan. Artinya data-data dan software yang menghuni komputer dengan Windows 7 tidak akan lagi terlindungi oleh firewall maupun anti-virus bawaan Windows.

Namun anda tak perlu khawatir, meski belum menggunakan Windows 8 ataupun Windows 10, Microsoft bakal tetap melakukan pembaruan keamanan secara berkelanjutan. Namun mereka hanya membatasi hingga tahun 2023 saja. Setelah itu tak akan ada lagi pembaruan dari Microsoft untuk Windows 7.

Kabar tersebut ternyata masih menyimpan kabar lanjutan. Ternyata Microsoft masih akan melanjutkan pembaruan sampai 2023 itu asalkan penggunanya membayar biaya tambahan untuk sekedar menerima pembaruan keamanan. Meski belum jelas berapa yang mesti dibayar, Microsoft akan memulai pembayaran itu pada 14 Januari 2020 mendatang.

Perpanjangan pembaruan atau yang disebut dengan Extended Security Update (ESU) ini hanya berlaku untuk Windows 7 Pro dan Windows 7 Enterprise untuk pelanggan bisnis saja. Sementara itu pengguna Windows 7 Home tidak akan mendapatkannya.

Microsoft pun memberitahukan kembali bahwa penjualan Windows 8 sudah tidak ada, dan peningkatan gratis ke Windows 10 pun dihapus. Kini untuk memakai Windows 10, pengguna komputer mesti mengeluarkan biaya sebesar USD 139 atau sekitar Rp2 jutaan.

Gambar: Gumtree.com

Samsung Contek Huawei Pada Galaxy A9 Star?

Huawei P20 Pro memang menggoda ketika dilihat. Hal itu berkat tampilan twilight yang menghadirkan warna gradasi yang menarik. Maka tak heran kalau banyak produsen ponsel yang ikut-ikutan menghadirkan hal yang sama, termasuk Samsung.
Samsung Galaxy A9 Star diduga mengikuti gaya twilight yang dimiliki Huawei P20 Pro. Meski sempat hadir pertama kali dengan varian putih dan hitam pada awal 2019 lalu, ponsel yang menjadi penerus dari Galaxy A9 pada tahun 2015 silam ini punya varian terbaru. Ya, Galaxy A9 Star punya warna cover belakang yang memakai warna gradasi.

Galaxy A9 Star sendiri hadir bersamaan dengan Galaxy A9 Lite. Namun secara spesifikasi, Galaxy A9 Star lebih unggul sehingga banyak orang yang lebih melirik untuk menengok Galaxy A9 Star. Ditambah pula dengan kehadiran varian baru yang hanya ada di Galaxy A9 Star saja.

Galaxy A9 Star sendiri memiliki layar dengan panel AMOLED khas Samsung berdimensi 6,3 inci dengan resolusi 1080 x 2220 piksel. Dapur pacunya memakai Snapdragon 660, dengan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB. Sementara daya baterainya sendiri berkapasitas 3700 mAh.

Kamera depan Galaxy A9 Star memiliki resolusi 24 megapiksel dengan bukaan f/1.0 dengan fitur AI Beauty. Sementara kamera belakangnya sendiri memiliki dual-setup dengan masing-masingnya punya resolusi 24 megapiksel untuk kamera sekunder, dan 16 megapiksel untuk kamera utama. Untuk kamera dengan resolusi 24 megapiksel tadi memiliki pixel binning yang mampu mengombinasikan empat piksel menjadi satu. Kamera ganda di belakang ini kabarnya bisa merekam video dengan kualitas 4K pada 30 frame per detik.

Di Indonesia sendiri, Galaxy A9 Star belum masuk. Untuk itu sementara ini informasi harga yang didapatkan berkisar di angka $470 atau setara dengan Rp6,9 juta.


Gambar: PhoneArena.com