Showing posts with label xiaomi. Show all posts
Showing posts with label xiaomi. Show all posts

2019-03-20

Lolos TKDN, Redmi 7 Siap Meluncur di Pasar Indonesia dengan Harga Rp1,5 Jutaan

Sub-brand baru dari Xiaomi, yakni Redmi, kini mulai merambah Indonesia. Ia bakal hadir dengan produk terbarunya yang diberi nama Redmi 7. Smartphone ini bakal hadir bersamaan dengan Redmi Note 7 yang akan hadir pada 21 Maret 2019. Apa keunggulan Redmi 7 dan berapakah harganya?

Redmi 7 sudah resmi dirilis di China pada Senin (18/3/2019) kemarin. Acara yang juga disiarkan secara live streaming ini mengungkap jelas spesifikasi dan harga yang dibanderol pada smartphone tersebut. Redmi 7 dibekali dengan chipset Snapdragon 632 dengan prosesor octa-core yang dipadankan dengan tiga opsi RAM dan memori interneal. Mulai dari RAM 2 GB dan memori internal 32 GB, RAM 3 GB dan memori 32 GB, serta RAM 4 GB dan memori 64 GB.


Smartphone ini memiliki layar 6,26 inci dengan panel IPS LCD yang beresolusi HD+ 1520 x 720 piksel. Layar ini memiliki desain melengkung di keempat sisinya dengan bagian atas memiliki poni tetes air. Untuk perlindungannya, ada coating Gorilla Glass 5.

Sektor kamera belakang Redmi 7 dibekali dengan sensor 12 MP dengan bukaan f/2.2 dan kamera keduanya memiliki sensor 2 MP sebagai depth sensor. Kamera depan sendiri, yang berada di bagian poni, memiliki kapasitas sensor sebesar 8 MP yang dibekali dengan fitur untuk mengenali gesture gerakan tangan.

Redmi 7 dibekali dengan baterai sebesar 4000mAh yang bisa dioptimalkan sehingga mampu bertahan hingga 400 jam waktu standby.

Untuk bodi belakangnya sendiri, meskipun berbahan plastik, namun dilengkapi dengan P2i nano hydrophobic coating sehingga menciptakan efek daun talas yang berguna agar bodi tahan dengan cipratan air dan keringat. Bodi belakang ini hadir dengan tiga pilihan warna, yakni Comet Blue, Lunar Red, dan Eclipse Black.

Di China, Redmi 7 dibanderol dengan harga mulai dari 699 Yuan atau sekitar Rp1,5 juta untuk varian RAM 2GB+ROM 16GB, 799 Yuan atau sekitar Rp1,7 juta untuk varian RAM 3GB+ROM 32GB, dan 999 Yuan atau sekitar Rp2,1 juta untuk varian dengan RAM 4GB+ROM 64GB. Apakah harga ini sama atau malah lebih mahal ketika dirilis di Indonesia? Kita tunggu saja.

2019-03-19

Xiaomi Black Shark 2, Usung Chipset Mutakhir dan Pendingin Teknologi Baru

Xiaomi akhirnya merilis suksesor smartphone seri gaming mereka, Black Shark. Meskipun jaraknya cukup lama, Mi Fans dan para pecinta gaming tentu menantikan smartphone yang dibekali dengan teknologi terbaru ini.

Sesuai dengan nama pendahulunya, smartphone ini diberi nama Black Shark 2. Nama yang masih sama pun berlanjut ke sisi desain yang juga tak terlalu berbeda. Namun Xiaomi membenamkan aneka spesifikasi terbaru yang lebih canggih dibandingkan yang lama.


Teknologi di dalam smartphone gaming ini salah satunya adalah 'kamar pendingin' yang berisi cairan. Pendingin ini merupakan teknologi generasi ketiga yang diklaim mampu menurunkan suhu hingga 14 derajat.

Pendingin ini kelak berguna untuk mendinginkan chipset Snapdragon 855 dengan grafis Adreno 640. Spesifikasi ini tentu kabar baik, sebab chipset terbaru dari Qualcomm itu merupakan chipset canggih dengan pengoperasian yang hemat daya dan tahan panas.

Ada tiga pilihan RAM untuk Black Shark 2, yakni 6 GB, 8 GB, dan 12 GB. Untuk memorinya sendiri ada dua pilihan yakni 128 GB dan 256 GB. Sementara itu untuk menopang dayanya diserahkan pada baterai berkapasitas 4.000 mAh.

Di bagian depan ada layar AMOLED dengan aspek rasio 19,5:9 selebar 6,39 inci. Selain cukup lebar untuk bermain game, layar ini memiliki akurasi warna yang cukup baik dan ditunjang dengan latensi sentuhan mencapai 43,5 ms. Pada layar ini juga disematkan pemindai sidik jari.

Sektor kameranya, Black Shark memakai kamera belakang dengan sensor dari Sony yakni IMX586 48 MP dengan bukaan f/1.75 dan sebagai kamera sekunder memakai Samsung S5K3M5 12 MP dengan bukaan f/2.2.

Soal harga, Xiaomi memang hobi merusak pasar, sebab di China smartphone ini dibanderol dengan harga 3199 Yuan atau setara Rp6,7 juta untuk versi RAM 6 GB memori 128 GB. Untuk RAM 8 GB memori 128 GB dibanderol dengan harga 3499 Yuan atau setara dengan Rp7,3 juta. Lalu versi tertinggi, RAM 12 GB dan memori 256 GB dibanderol dengan harga 4199 Yuan atau sekitar Rp8,9 juta.

Sayangnya, Xiaomi kemungkinan tidak akan membawa resmi smartphone gaming ini ke Indonesia sebagaimaba Black Shark pertama. Tapi siapa tahu kali ini Xiaomi berani.

2019-02-01

Redmi Note 7 Hadir Dengan Kamera 48 MP dan Banderol Murah

Jelang hari terakhir Consumer Electronic Show (CES) 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat, Xiaomi mengenalkan perangkat terbarunya Redmi Note 7. Perkenalan ini sekaligus mengenalkan sub-brand terbaru pabrikan asal China ini setelah Pocophone. Sub-brand baru ini tetap menyandang nama Redmi.


Praktis untuk lini smartphone, Xiaomi hanya memiliki seri Mi yang akan bertarung di kelas premium. Sementara untuk smartphone yang mengedepankan performa, Xiaomi memiliki Poco atau Pocophone. Dan Redmi ini ditujukan untuk segmen entry-level hingga mid-range.

Pemisahan sub-brand dari merek induknya telah terjadi sejak zaman ZTE yang membuat Nubia pada 2012. Huawei pun sudah memiliki Honor untuk sub-brand-nya. Oppo juga punya Realme. Dan apabila ditelisik, alasan masing-masing merek dalam membuat sub-brand tentu saja soal bagaimana memenangkan pertarungan di pasar. Setiap sub-brand diharapkan memenangi pasar mereka sendiri, sementara merek induknya menjaga diri agar tetap bercitarasa elit di mata konsumen loyalnya.

Pertanyaannya, mampukah Redmi Note 7 yang merupakan produk pertama dari Redmi itu memenangi pertarungan di segmen yang mereka sasar? Tanpa bermaksud mendahului kuasa Tuhan, sepertinya mereka mampu. Sebab melihat price-to-spec yang ditawarkan saat perkenalan itu, Redmi Note 7 cukup menggiurkan untuk diburu.

Dari sisi desain, Redmi Note 7 memakai desain kekinian dengan bodi glossy yang mengadopsi tren warna gradasi. Cuma warna gradasi ini tidak berlaku pada versi warna hitam. Sementara itu jika diperhatikan dengan seksama, Redmi Note 5 memiliki desain yang sama dengan Mi Play.

Di bodi belakang Redmi Note 7 ada setup kamera ganda yang dipasang vertikal dengan flash dibawahnya. Lalu di tengah bodi belakang ini ada fingerprint sensor yang berbentuk lingkaran dan dibawahnya ada tulisan "Redmi by Xiaomi". Kalau dilihat sekilas memang mirip dengan Mi Play, tapi Redmi Note 7 lebih besar dan berat.

Bagian depan Redmi Note 7 dihuni oleh layar dengan panel IPS LCD, lebar 6,3 inci, rasio 19,5:9, dan dilindungi oleh coating Gorilla Glass 5. Smartphone ini memiliki rasio screen-to-body sebesar 81,4 %. Artinya, meski dengan bentang layar 6,3 inci, tak membuat smartphone jadi susah dimasukkan ke saku. Sebab dengan persentase rasio di angka tersebut, smartphone ini bisa memiliki dimensi panjang 15,92 cm, lebar 7,52 cm, dan tebal 0,81 cm. Memangnya ada mulut saku baju orang dewasa yang kurang dari 7,6 cm?

Rasio screen-to-body yang besar pada smartphone memang mengorbankan penempatan kamera depan dan proximity sensor. Alhasil demi tetap mempertahankan layar yang lebar dengan bodi tetap tidak gembrot, pabrikan sengaja membuat 'cacat' yang kerap disebut poni. Redmi Note 7 pun mengadopsi hal serupa. Smartphone ini memakai poni tetes air yang ditempati oleh kamera depan dan proximity sensor.

Kamera depan pada Redmi Note 7 memiliki resolusi 13 MP. Namun sektor kamera depan ini bukan menjadi bahan jualan Redmi, sebab jualannya ada pada sektor kamera belakang yang memiliki resolusi 48 MP. Untuk menegaskannya, di bawah setup kamera ganda di bodi belakang tertulis "48 MP AI Dual Camera". Kamera beresolusi monster ini memiliki bukaan f/1.8. Dengan sensor kamera Isocell GM1 buatan Samsung, kamera ini mampu menghasilkan jepretan dengan resolusi tinggi. Redmi pun menjamin kalau sensor ini ciamik dalam menghasilkan foto meski dalam konidisi cahaya yang kurang bagus. Sementara itu kamera belakang kedua dengan resolusi 5 MP berfungsi membuat efek bokeh.

Andalan lain dari Redmi Note 7 tentu dapur pacunya. Smartphone ini mengandalkan chipset Snapdragon 660 dengan fabrikasi 14nm. CPU chipset ini terdiri dari delapan inti yang mengandung empat Kryo 260 dengan kecepatan 2,2 GHz dan empat Kryo 260 lagi yang berkecepatan 1,8 GHz. Sementara itu urusan grafisnya seperti biasa diserahkan pada Adreno 512. Untuk RAM sendiri ada tiga versi, yakni 3 GB, 4 GB, dan 6 GB. Sementara memori internalnya hanya ada dua opsi, yakni 32 GB dan 64 GB. Pada sisi software, Redmi Note 7 memakai Android 9 Pie dengan kostumisasi MIUI 10.

Untuk menyuplai dapur pacu tadi, Redmi Note 7 ditenagai oleh baterai tanam Li-Po sebesar 4.000 mAh. Menurut petunjuk spesifikasinya, dan ditunjang dengan keberadaan port USB Type-C, smartphone ini mendukung fitur Fast Charging 4 dari Qualcomm. Namun kabarnya, agar bisa menikmati fitur pengisian cepat ini, konsumen harus membeli charger-nya secara terpisah atau charger khusus fast charging yang tersedia banyak di pasaran. ~Ya, beli lah, masak minjem, Rudolfo?

Meski baru dikenalkan, akun media sosial Xiaomi Indonesia sudah meramaikan Redmi Note 7 ini. Hal ini menjadi tanda kalau Redmi Note 7 bakal masuk ke Indonesia secara resmi. Dengan ketersediaan varian spesifikasi dan warna, belum diketahui mana saja yang bakal dibawa Redmi ke tanah air. Cuma untuk soal harga sendiri, Redmi membanderol Redmi Note 7 mulai dari 999 Yuan atau setara Rp2,1 juta hingga versi tertingginya dibanderol 1,399 Yuan atau sekitar Rp2,9 jutaan.

Bagaimana, tergiur dengan penawaran Xiaomi, eh maaf, Redmi ini, bosque? Untuk harganya sendiri dibanderol dengan harga Rp1.999.000 untuk versi RAM 3 GB dan memori 32 GB, sementara untuk versi 4 GB dan memori 64 GB dibanderol Rp2.599.000. Harga ini tergolong murah, sehingga memang berpotensi merusak pasar smartphone dengan chipset Snapdragon 660.

*Artikel yang serupa pernah terbit di Mojok.co.

2018-09-04

Melanjutkan Sukses Redmi 5A, Xiaomi Rilis Redmi 6 dan Redmi 6A

Akhirnya Xiaomi resmi merilis Redmi 6 dan Redmi 6A di Indonesia pada Selasa (4/9/2018). Sebelumnya, kedua seri Redmi tersebut telah dikenalkan secara global pada Juni kemarin.

Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, menuturkan kalau salah satu seri tersebut merupakan penerus dari Redmi 5A yang sempat fenomenal pada tahun lalu. Ya, Redmi 6A resmi menjadi penerus Redmi 5A, meski tidak banyak peningkatan yang dilakukan.

Redmi 6A hadir dengan peningkatan di sektor layar yang kali ini mengusung layar 5,45 inci berjenis HD Plus dengan aspek rasio 18:9. Dibandingkan dengan Redmi 5A, layar redmi 6A ini sedikit lebih besar. Sementara itu sektor kamera masih memakai kamera belakang dengan resolusi 13 MP dan kamera depan dengan resolusi 5 MP.

Ada perubahan yang signifikan untuk sektor chipset, sebab kali ini Redmi 6A memakai MediaTek Helio A33. Kalau disejajarkan, chipset ini setara dengan Snapdragon 425. Redmi 6A memakai RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Ya memang tidak banyak perubahan yang siginifikan antara kedua seri Redmi itu kecuali dimensi yang diakibatkan pemakaian layar yang lebih besar saja.

Sementara itu, untuk Redmi 6 sendiri sepertinya dihadirkan untuk opsi yang lebih advance bagi penggemar Xiaomi. Sebab meski layaranya sama dengan Redmi 6A, dan baterai yang juga sama-sama 3000 mAh, namun sektor chipset lebih baik dibandingkan Redmi 6A. Redmi 6 memakai MediaTek Helio P22 yang jika disetarakan bakal sepadan dengan Snapdragon 625.


Redmi 6A akan dijual dengan banderol Rp1,3 juta. Sementara Redmi 6 dengan varian RAM 3 GB dan memori 32 GB dibanderol dengan harga Rp2 juta, serta varian RAM 4 GB dan memori 64 GB dijual dengan harga Rp2,4 juta. Redmi 6A bakal hadir pada 10 September mendatang di BliBli.com dan Mi.com, sementara Redmi 6 akan hadir di Lazada dan Mi.com pada 6 September.


Disamping merilis Redmi 6A dan Redmi 6, Xiaomi merilis pula Mi TV 4A yang memiliki layar 32 inci. Televisi pintar ini bakal bisa dipesan mulai 6 September dan tersedia pada tanggal 20 September di Mi.com dan secara offline di Mi Store pada 29 September 2018. Harga televisi ini dibanderol sebesar Rp2 juta saja.

2018-08-28

Inilah Harga Pocophone F1 di Indonesia

Harganya yang murah membuat Pocophone F1 disebut sebagai perusak pasar. Pasalnya kalau ponsel flagship dengan chipset yang setara, biasanya dibanderol diatas Rp8-jutaan, Pocophone F1 justru jauh dibawahnya.

Masalah harga inilah yang menjadikan Pocophone F1 diperbincangkan banyak orang. Setelah dikenalkan pertama kali, lalu dirilis di India pertengahan Agustus, dan beberapa hari kemudian dirilis secara resmi di Indonesia, Pocophone selalu bikin geleng-geleng kepala.

Dibekali dengan Snapdragon 845, chipset tertinggi saat ini dari Qualcomm, dengan kecepatan prosesor hingga 2,8GHz, membuat Pocophone F1 masuk ke jajaran ponsel flagship. Apalagi dengan teknologi pendingin cair (liquid cooling system) dan kamera ganda dengan teknologi artificial intelligence (AI) yang memang default ada pada chipset tadi.

Untuk spesifikasi lengkapnya, anda bisa merujuk ke tautan berikut ini: Spesifikasi lengkap Pocophone F1.

Namun meski berstatus flagship, Pocophone F1 tetaplah menyesuaikan dengan harga yang dipatok. Makanya tidak semua komponen dan fitur yang ada setara dengan flagship pada merek lain, termasuk merek Xiaomi sendiri. Misalnya plastik polycarbonate yang menutup bodi belakang, kemudian layar yang masih panel IPS LCD, serta minim NFC yang saat ini mulai banyak dibutuhkan.

Untuk harganya sendiri, Pocophone dibanderol mulai dari Rp4,5 juta untuk RAM 6 GB dan memori internal 64 GB, lalu Rp5 juta untuk RAM 6 GB dan memori internal 128 GB, dan Rp5,2 GB untuk edisi Armoured Edition dengan RAM 6 GB dan memori internal 128 GB.

Bagaimana, berminat? Sabar ya, karena barangnya baru siap pada 30 Agustus 2018 nanti di Lazada dan jaringan Erafone.

2018-08-22

Xiaomi Poco F1 Jadi Ponsel dengan Snapdragon 845 Termurah

Sub-brand dari Xiaomi, Pocophone, akhirnya merilis ponsel pertamanya di India. Setelah beberapa waktu lalu diperkenalkan, akhirnya ponsel yang diberi nama Pocophone F1 bakal dipasarkan pada 29 Agustus nanti di tanah Hindustan ini.

Di India sendiri, Xiaomi menyebut Pocophone hanya Poco saja. Maka ponsel terbaru ini kemudian hanya disebut Poco F1 saja. Tapi apalah arti sebuah nama, sebab perbandingan harga dan spesifikasinya mengejutkan banyak orang.

Poco F1 hadir dengan layar 6,18 inci dengan poni yang cukup lebar. Dengan panel IPS LCD dengan resolusi 1080 x 2246, screen-to-body-ratio 82,2%, layar ini dilindungi oleh kaca Gorilla Glass yang belum teridentifikasi varian ke berapa. Sementara itu bodi belakangnya dilindungi plastik.

Dengan tagline cepat, Poco F1 memang tidak main-main. Ada chipset kasta tertinggi dari Qualcomm yang berada di dapur pacunya, yakni SDM845 atau Snapdragon 845 dengan prosesor delapan-inti berkecepatan 2,8 GHz dengan grafis Adreno 630.

Saat presentasi, Xiaomi mengklaim kalau chipset pada Poco F1 jauh lebih baik 9% dibanding Exynos 9810 dan 36% dibandingkan Kirin 970. Hal ini ditunjukkan lewat skor AnTuTu Poco F1 yang melampaui ponsel Samsung dan Huawei/Honor dengan dapur pacu dua chipset itu.

Dengan baterai 4000mAh, Poco F1 menggaransi kalau daya ini bakal mendukung ponsel bisa dipakai seharian dengan penggunaan berat. Setidaknya kalau untuk aktivitas gaming, Xiaomi mengklaim ponsel ini bisa bertahan hingga 8 jam.

Untuk mendukung menjadi yang tercepat, Poco F1 ditopang oleh RAm mulai dari 6 GB dan jeroan yang didukung oleh fitur LiquidCool Technology yang memungkinkan ponsel ini terhindar dari panas berlebihan.

Bukan cuma dapur pacu, Poco F1 pun terbilang masuk kelas flagship untuk sektor kamera. Dengan kombinasi kamera ganda dengan kompisisi 12 MP dengan sensor dari Sony IMX363 dan satu lagi 5 MP dengan sensor dari Samsung, membuat ponsel ini tak boleh diremehkan sama sekali untuk sisi fotografinya. Bahkand engan keberadaan chipset SDM845 Poco F1 tentu mendukung pula fotografi dengan fitur AI (Artificial Intelligence). Sementara itu kamera depannya 20 MP.

Berapa harganya?

Disinilah kejutannya. Xiaomi merilis Poco F1 dengan harga terendah Rs.20,999 untuk RAM 6 GB dan memori internal 64 GB. Apabila kurs Rs.1 sebesar Rp208 maka harga Poco F1 versi terendah di Indonesia bakal menjadi Rp4.385.666. Ya, ini merupakan harga paling murah dari ponsel dengan dapur pacu Snapdragon 845 di pasaran saat ini.

Untuk versi RAM 6 GB dan memori internal 128 GB dibanderol Rs23,999 atau sekitar Rp5.012.190, dan RAM 8 GB dengan memori internal 128 GB dibanderol Rs28,999 atau setara dengan Rp6.056.396. Biasanya harga ponsel Xiaomi di India dan Indonesia tidak terpaut terlalu jauh. Dan berdasarkan kabar dari Donovan Sung, Xiaomi bakal merilis Pocophone F1 di Indonesia pada 27 Agustus 2018.

Siap rebutan di flash sale?

2018-08-18

Inilah Spesifikasi Xiaomi Pocophone F1

Xiaomi membuat sub-brand baru dengan nama Pocophone. Langkah ini memang mengekor beberapa nama besar yang sudah sukses menelurkan sub-brand lain. Misalnya Huawei dengan Honor maupun BBK dengan OnePlus.

Xiaomi telah komitmen dengan nama Pocophone, meski banyak pihak menganggap nama ini terlalu aneh. Untuk versi global, brand ini bakal dilabel dengan 'Pocophone by Xiaomi' sementara di India 'Poco by Xiaomi'. Dan Pocophone sudah dirilis secara resmi.

Pocophone baru mengeluarkan satu ponsel dengan nama F1. Dalam beberapa iklannya, nama F1 ini memang mengambil kemiripan sifat dari balapan jet darat Formula 1, yakni cepat. Jadi orang-orang bakal mengasosiasikan F1 sebagai ponsel yang cepat dari sisi performa.

Pocophone F1 memang belum dijual secara resmi, namun perkenalannya sudah dilakukan seiring dirilisnya brand Pocophone oleh Xiaomi. Dan inilah spesifikasi dari Pocophone F1.

Spesifikasi Pocophone F1


Spesifikasi Keterangan
Layar : 5.99-inch IPS LCD, 1080 x 2246 (Full HD+), 18:9, 416 dpi
SoC : Qualcomm Snapdragon 845, 10nm, octa-core
Grafis : Adreno 630
RAM : 6 GB
Memori : 64 GB + MicroSD
Kamera : Belakang 12MP+5MP, Depan 20 MP
Baterai : 4.000 mAh Quick Charge
Sistem Operasi : Android 8.1, MIUI 9.6