Showing posts with label asus. Show all posts
Showing posts with label asus. Show all posts

2019-01-11

Review Asus Zenfone Max Pro M2

Asus kembali merilis smartphone untuk pasar Indonesia, namanya Asus Zenfone Max Pro M2. Smartphone ini dirilis bersamaan dengan 'adiknya' Zenfone Max M2 dan smartphone ‘sultan’ ROG Phone. Pasar smartphone pun kembali memanas, sebab sejak awal kali teaser-nya dirilis, banyak pihak menduga smartphone ini bakal ikut-ikutan gaib.


Asus Zenfone Max Pro M2 merupakan penerus Zenfone Max Pro M1 yang telah mendapat predikat sebagai smartphone gaib. Antusiasnya pasar yang tidak diiringi dengan ketersediaan perangkat beberapa waktu setelah dirilis membuat predikat itu masih melekat hingga menempel pada suksesornya sekarang. Harganya yang sepadan atau kata anak Jaksel yaitu value for money-nya bagus membuat Zenfone Max Pro M2 bakal digadang-gadang ikutan gaib juga.

Lantas seberapa menggiurkan sebetulnya Zenfone Max Pro M2 ini? Apakah ia sepadan dengan harga yang ditawarkan? Mari kita lihat spesifikasinya.

Zenfone Max Pro M2 memiliki bodi plastik yang mendapat sentuhan glossy. Sentuhan ini memang bukan serupa pattern Zen-circle pada Zenfone 5 dan Zenfone 5Z, namun lebih ke kilauan semi-elips yang vertikal. Bodi ini mungkin sebuah upaya untuk melepaskan diri dari sentuhan matte, yang notabene lawan dari glossy, yang sebelumnya dipakai pada smartphone Asus seri Max lainnya sejak Zenfone 4 Max dan Zenfone 4 Max Pro, Zenfone Max Plus M1, sampai Zenfone Max M1 dan Zenfone Max Pro M1. Meski begitu bodi matte ini masih dipertahankan untuk Zenfone Max M2.

Fingerprint scanner yang terletak di atas logo Asus masih tetap dipertahankan pada Zenfone Max Pro M2. Hanya saja ada sedikit perbedaan pada desain penempatan kamera ganda. Posisinya masih vertikal sih, cuma antara kamera ganda dengan flash disatukan oleh bingkai yang tidak ditemukan pada smartphone pendahulunya.

Berbicara soal kamera ganda yang ada di belakang, Asus memberikan upgrade sensor pada lensa utamanya. Lensa utama yang memiliki resolusi 12 MP dengan bukaan f1.8 tersebut memiliki reputasi kecanggihan fotografi Sony, yakni lewat sensor IMX486. Sementara lensa kedua yang memiliki 5MP dengan sudut pemotretan sebesar 84° hanya dipergunakan untuk memberikan efek bokeh. Untuk software-nya sendiri, Asus tidak menggunakan PixelMaster namun Snapdragon Camera. Mengapa? Nanti dijelaskan setelah kita mengenal display dari Zenfone Max Pro M2 ini.

Pilihan untuk membuat persentase screen-to-body lebih besar bagi mayoritas pabrikan adalah membuat poni di layar. Ya mau poni biasa ataupun poni tetes air, tetap saja tujuan dari keberadaan poni adalah agar layar yang semakin lebar tidak membuat bodi smartphone menjadi melebar juga. Untuk itulah Asus pun memasang poni pada Zenfone Max Pro M2 ini.

Hasil dari pemasangan poni pada layar Zenfone Max Pro M2 ini membuat screen-to-body menjadi 82%, cukup besar dibandingkan Zenfone Max Pro M1 yang 76%. Padahal dimensi lebar bodi Zenfone Max Pro hanya 75,5 mm sementara layarnya 6,3 inci. Silakan bandingkan dengan pendahulunya yang memiliki lebar bodi 76 mm dengan bentang layar 6 inci. Maka berterimakasihlah pada Apple poni.

Keberadaan kaca pelindung Gorilla Glass 6 pada Zenfone Max Pro M2 membuat daya tarik tersendiri pada smartphone ini. Eh, daya tarik atau biasa aja sih? Soalnya apapun kaca pelindung layarnya, tempered glass biasanya selalu menjadi opsi pembelian tambahan yang kerap dilakukan pengguna smartphone. Namun buat yang ragu-ragu atas daya tahan pelindung ini, maka Corning, selaku pabrikan pembuatnya, mengklaim kalau Gorilla Glass versi 6 ini bisa bertahan jatuh dari ketinggian 1 meter.

Upgrade selanjutnya terletak pada dapur pacu. Asus memasang chipset Snapdragon 660 pada Zenfone Max Pro M2. Chipset ini memakai fabrikasi 14nm dengan delapan inti prosesor yang punya kecepatan hingga 2,2 GHz. Untuk grafisnya ditopang oleh Adreno 512. Untuk diketahui saja, Snapdragon 660 banyak dipakai oleh smartphone kelas menengah yang dibanderol pada kisaran 3,7 juta hingga 7 jutaan, dari Xiaomi Mi 8 sampai Samsung A9 yang punya kamera empat itu.

Sayangnya Asus tidak menyertakan konektivitas NFC pada Zenfone Max Pro M2. Fitur ini, menurut kajian Asus, hanya diperlukan oleh paling tidak 10% saja dari pengguna smartphone di Indonesia. Hal yang berbeda ketika smartphone ini dirilis di negara lain seperti Rusia maupun Singapura.

Zenfone Max Pro M2 masih melanjutkan ciri khas software pendahulunya, yakni tidak memakai kustomisasi ZenUI namun memakai Android murni versi 8.1. Tersebab bukan merupakan program Android One, meski memakai Android murni, update software ini tetap dilakukan oleh Asus, bukan Google langsung. Itulah mengapa aplikasi kamera bawaan yang dipergunakan bukan PixelMaster seperti Zenfone seri yang lain yang memakai ZenUI, tetapi Snapdragon Camera.

Sebagai salah satu seri Max dan menyandang imbuhan Pro, Zenfone Max Pro M2 tentu dibekali dengan baterai jumbo sebesar 5000mAh. Menurut klaim Asus, baterai ini bakal bertahan hingga 10 jam ketika dipakai bermain game. Sayangnya tidak ada keterangan kalau Zenfone Max Pro M2 ini bisa diisi daya dengan cara quick charge meski chipset-nya mendukung. Padahal kalau bisa sih enak, baterainya gede diisnya pun bisa cepat. Yha... namanya juga smartphone murah terjangkau.

Yang membuat Zenfone Max Pro M2 ini hype adalah banderol yang dipasang Asus. Harganya mulai dari Rp2.799.000 untuk versi RAM 3 GB dan memori internal 32 GB, Rp3.199.000 untuk versi RAM 4 GB dan memori 64 GB, serta Rp3.699.000 untuk RAM 6 GB dan memori 64 GB. Apakah harga senilai itu murah? Ya tergantung sih. Sebab harga smartphone tidak selalu tergantung dari price to spec. Ketersediaan perangkat di pasaran juga bisa menjadi faktor lain. Ya kalau murah tapi susah didapatkan alias gaib, buat apa juga?

Pernah dimuat di Mojok.co

2018-08-24

Kini Ponsel Premium Asus Zenfone 5Z Siap Dipesan

Setelah dirilis pada bulan Mei 2018, Asus Zenfone 5Z akhirnya dipastikan bisa dipesan. Beberapa e-commerce disiapkan untuk menggelar pre-order yang dimulai pada 28 Agustus hingga 2 September 2018 nanti.

Asus Zenfone 5Z akan tersedia di BliBli.com, JD.id, Lazada, Shopee, Tokopedia, dan Erafone. Namun harga yang ditawarkan lebih mahal sedikit dari harga waktu perilisan. Dulu Asus Zenfone 5Z dibanderol di angka Rp6.499.000, namun untuk sesi pre-order nanti harganya naik menjadi Rp6.699.000.

Yang patut diingat, sesi tadi hanyalah pre-order. Artinya perangkat tidak langsung tersedia pada hari itu. Pihak distributor akan mengirim perangkat mulai tanggal 9 September nanti atau seminggu setelah sesi pre-order selesai. Pemesan bakal menerima perangkat sesuai dengan kecepatan pengiriman yang dipakai. Setidaknya begitulah keterangan tertulis yang disampaikan Asus kepada KopiTekno.com pada Kamis (23/8/2018).

Setelah sesi pre-order selesai, Asus Zenfone 5Z bakal bisa didapatkan di delaer Erafone maupun konter resmi Asus secara offline. Berikut dealer Erafone yang menjual Asus Zenfone 5Z:

Bandung: Megastore Bandung Electronic Center, Erafone Bandung Electronic Center
Jabodetabek: Megastore Galaxy Mall, Megastore Margo City Depok, Megastore Bintaro X-Change, Erafone Mal Ambassador, Erafone Kota Kasablanka, Megastore Supermal Karawaci, Erafone Central Park, Megastore ITC Roxy Mas, Erafone Mall Citragran Cibubur, Erafone Mall Puri Indah, Erafone Summarecon Mall Bekasi, Erafone Gandaria City, Megastore Mall Kelapa Gading 1, Megastore Summarecon Mal Serpong
Medan: Megastore Plaza Medan Fair
Palembang: Megastore Palembang Square
Solo: Megastore Gatot Subroto Solo

Saat ini Asus baru bisa memastikan kalau yang bisa dijual baru varian 6 GB dan memori internal 128 GB saja. Untuk varian 8 GB dan memori internal 256 GB akan menyusul kemudian. Sekedar informasi, harga varian tertinggi itu akan dibanderol dengan harga Rp1 juta lebih mahal dibanding varian dibawahnya.

Untuk yang belum mengetahui flagship Asus ini, inilah spesifikasi singkat dari Asus Zenfone 5Z:

Chipset: Snapdragon 845 2,8 GHz
RAM/Memori: 6 GB/128 GB, 8 GB/256 GB
Layar: 6,2 inci 2.260 x 1.080 piksel
Kamera Depan: 8 MP
Kamera Belakang: 12 MP dan 8 MP (wide)
Baterai: 3300 mAh (dengan fitur BoostMaster)

2018-08-19

Asus ROG Strix Hero II: Lebih Tipis dari Pendahulunya Tapi Lebih Gahar

Asus merilis laptop terbaru dari lini Republic of Gamers (ROG) mereka. Dan seperti biasa, perilisan laptop dari ROG ini selalu diperuntukkan untuk sektor gaming yang terus berkembang di tanah air. Laptop terbaru itu disebut ROG Strix Hero II. Apa istimewanya?

Dari dapur pacu, ROG Strix Hero II memakai prosesor Intel Core i7 generasi ke-8 dengan kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1060 6GB. Sehingga memungkinkan game apapun, berjenis apapun, bisa 'dilahap' dengan mudah.

ROG Strix Hero II merupakan penerus dari GL503 Hero yang hadir dengan beberapa pembaruan dibandingkan pendahulunya. Salah satu yang paling mencolok adalah ketipisan layar yang cukup kentara dari laptop ROG terbaru ini. Lantas desain sistem pembuangan juga diklaim lebih baik meski bodinya tipis.

Bodi ROG Strix Hero II lebih pendek 2,33 cm dibandingkan pendahulunya. Hal ini disebabkan keberadaan layar 15 inci yang memiliki bezel tipis. Beratnya pun hanya 2,4 kg yang membuat ROG Strix Hero II nyaman dibawa bepergian apabila gamer mengikuti turnamen di luar kota atau luar negeri.

Layar tadi dibekali dengan panel IPS Full HD dengan resolusi 1920x1080 piksel. Kecepatan respon layar ini mencapai 3ms yang memungkinkan pengguna laptop menikmati kecepatan refresh rate yang lebih halus dan lebih jernih sebab ada peningkatan layar 100% sRGB.

Kembali ke dapur pacu yang sedikit disebut diatas, ROG Strix Hero II memakai GL504 pada CPU Intel Core i7 8750H yang merupakan prosesor 6 core 12 thread berkecepatan 2.2 GHz dengan Turbo hingga 4.1 GHz. Meski bisa didongkrak hingga kecepatan Turbo tadi, laptop ini masih tetap adem sebab memiliki kipas pendingin ganda 12v dengan teknologi Anti-Dust.

RAM ROG Strix Hero II didukung oleh DDR4 sebesar 16 GB dan kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1060 6 GB. Untuk urusan penyimpanan Asus menyerahkannya pada SSD m.2 NVMe berkapasitas 256 GB. Jangan ditanyakan seberapa cepat SSD ini dalam membaca data. Cepat sekali. Asus mengklaim kalau kecepatannya write-nya mencapai 1163,8 MB per detik dan kecepatan read mencapai 2474,3 per detik.

Untuk tambahan penyimpanan ROG Strix Hero II memiliki SSHD berukuran 1 TB. Dan kalau membutuhkan tambahan RAM, Asus juga menyediakan slot untuk menambahkan RAM DDR4 hingga 32 GB.

Asus sebetulnya merilis dua jenis ROG Strix pada perhelatan beberapa waktu lalu, yakni ROG Strix Hero II dan ROG Strix Scar II. Keduanya dibanderol Rp24.299.000 untuk Hero II dan Rp30.299.000 untuk Scar II.