Review Honor 20 Pro: Flagship Terjangkau Dengan Kamera Diatas Samsung Galaxy S10 Plus

Sejak mandiri dari Huawei pada 2018 lalu, Honor terus mencari jati diri dengan menyasar pasar yang berbeda dari induknya itu. Ia menargetkan anak muda, dengan produk yang memiliki spesifikasi bagus dengan harga yang seterjangkau mungkin.

Produk yang dibuat Honor sering menitikberatkan pada spesifikasi dapur pacu dan kamera, dengan menghilangkan beberapa printilan yang dirasa jarang dipakai. Ciri khas lainnya adalah produknya memiliki fitur yang sejajar pada kelas yang sama pada parameter tertentu, namun hadir dengan harga yang berada dibawahnya.

Hal ini terbukti dengan kehadiran flagship baru mereka, Honor 20 Pro. Smartphone yang diklaim berada segaris dibawah Huawei P30 Pro ini dirilis bersamaan dengan Honor 20 dan Honor 20 Lite di London, Selasa (21/5/2019) kemarin. Honor 20 Pro menjadi kelanjutan dari strategi Honor dalam menyisir pangsa pasar yang tidak tergarap induknya. Dengan kata lain, smartphone ini bisa dibilang merupakan versi murah dari Huawei P30 Pro.

Desain Honor 20 Pro di bagian depan mengingatkan pada Samsung Galaxy S10, dimana layarnya dihuni sebuah punch hole sebagai wadah kamera depan 32 megapiksel dengan bukaan f/2.0. Perbedaannya hanya pada posisi penempatannya saja, dimana kalau dilihat oleh pengguna, punch hole Honor 20 Pro berada di sebelah kiri.

Layar Honor 20 Pro masih menggunakan IPS LCD dengan lebar 6,26 inci beresolusi 1080 x 2340 piksel. Layar jenis ini membuatnya harus rela mempertahankan keberadaan pemindai sidik jari di bodi bukan di layar seperti flagship kekinian pada umumnya. Namun untunglah desainernya menempatkan sidik jari ini di sisi sebelah kanan, sehingga bodi belakangnya masih bisa menampilkan balutan kaca yang ciamik dengan maksimal.

Honor menempatkan bodi kaca ini dalam balutan warna yang cukup mewah. Namun mereka tak menyebutkan jenis kaca apa yang membalut layar depan tadi dan bodi belakang ini. Yang jelas untuk bodi belakang, sidik jari pengguna bisa dengan mudah menempel dan merusak nuansa mewah yang sudah terbangun oleh desainnya ini. Makanya pemakaian case cukup disarankan.

Sayangnya pemakaian case tetap tidak akan terlalu menolong untuk membalut modul kamera belakang Honor 20 Pro. Pasalnya modul kamera di bodi belakang ini cukup menonjol sehingga meskipun ada case, ia tetap tak terproteksi.

Jualan utama dari Honor 20 Pro adalah kamera belakang yang terdiri dari empat jenis. Kamera pertama memiliki resolusi 48 megapiksel dengan sensor Sony IMX586. Secara default, kamera dengan lensa berbukaan f/1.4 ini menghasilkan foto dengan resolusi 12 megapiksel. Dengan mekanisme quad bayer pixel binning, empat piksel pada sensor tersebut diubah menjadi satu sensor saja.

Itulah mengapa meskipun tanpa bantuan Leica layaknya Huawei P30 Pro, kamera Honor 20 Pro bisa bertengger di tiga besar kamera smartphone terbaik saat ini versi DXOMark dengan raihan angka 111. Angka ini berada dibawah Huawei P30 Pro dan Samsung Galaxy S10 5G, namun diatas Huawei Mate 20 Pro, Huawei P20 Pro, dan Samsung Galaxy S10 Plus.

Kamera utama tadi sebetulnya hampir sama dengan yang dipakai oleh Honor View 20. Bahkan dengan mekanisme pixel binning yang tadi dipakai. Hanya saja, ada beberapa perbaikan pada Honor 20 Pro seperti penambahan optical image stabilization dan diafragma lensa yang semakin besar dibandingkan milik View 20.

Kamera kedua merupakan kamera yang bisa memotret dengan sudut lebar sebesar 117° yang disebut Super Wide Angel dengan resolusi 16 megapiksel. Kamera ketiga adalah kamera telefoto dengan resolusi 8 megapiksel yang mampu memperbesar objek melalui tiga kali perbesaran optik, lima kali perbesaran hybrid alias campuran antara optik dengan digital, dan 30 kali perbesaran digital. Dan kamera yang terakhir, alih-alih menambahkan sensor ToF layaknya Huawei P30 Pro, Honor membenamkan kamera makro dengan resolusi 2 megapiksel. Ya, meski jarak paling dekatnya baru 4 sentimeter, lumayan sih daripada kecanggihan ToF yang belum optimal dipakai.

Honor 20 Pro memakai chipset 7 nm HiSilicon Kirin 980 dengan Dual-NPU. Buat yang belum tahu, NPU merupakan singkatan dari Neural-network Processing Unit. Istilah ini untuk menamai sebuah proses di dalam chipset yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur konsumsi daya, performa, serta gambar yang dihasilkan smartphone. Jadi kalau ada istilah Dual-NPU, chipset tersebut lebih baik hampir dua kali lipat dibanding chipset generasi sebelumnya.

Honor 20 Pro hanya memiliki opsi RAM 8 GB dan memori internal 256 GB saja. Spesifikasi ini tentu bisa dibawa ngebut untuk menjalankan sistem operasi berbasis Android 9.0 yang dikembangkan Honor, Magic UI 2.1. Sistem operasi ini sebetulnya hanyalah sebuah pengemasan ulang dari EMUI yang dipakai oleh Huawei dan Honor sebelumnya. AnTuTu Benchmark mencatat sistem yang dipadukan Honor ini hanya mendapat angka 300ribu lebih sedikit saja. Angka ini lima puluhan ribu berada dibawah dibandingkan smartphone dengan chipset Snapdragon 855.

Honor 20 Pro dibanderol di angka €599 atau setara dengan Rp9,7 jutaan. Harga ini mungkin bisa bersaing di kelas flagship, apalagi itu merupakan harga di Eropa. Ditilik dari spesifikasinya, saingan dekat Honor 20 Pro adalah Asus Zenfone 6. Keunggulan Honor 20 Pro adalah skor DXOMark diatas, sementara Asus Zenfone 6 memiliki kelebihan desain yang cukup unik.

Pihak Honor mengabarkan kalau Honor 20 Pro akan diupayakan masuk ke Indonesia. Namun melihat dinamika politik-bisnis yang terjadi di Amerika Serikat yang berimbas pada rantai industri Huawei dan anak usahanya, rasa-rasanya semenggiurkan apapun Honor 20 Pro, penjualannya bakal tersendat. Yang perlu dicatat, para Huawei-Fans menganggap smartphone adalah bonus, sebab yang mereka beli adalah kameranya. Mungkinkah itupun terjadi pada Honor 20 Pro?