Asus Zenfone 6: Smartphone Berotak Snapdragon 855 dengan Kamera Bisa Diputar

Sejak dirilis pada akhir tahun 2018, Snapdragon 855 menjadi parameter sebutan flagship bagi sebuah smartphone Android. Itulah kenapa, pasca Qualcomm merilisnya, beberapa pabrikan langsung tancap gas untuk menyesuaikan rancangan smartphone mereka agar bisa dipasangi chipset ini.

Di pasar internasional, smartphone dengan jeroan Snapdragon 855 sudah banyak beredar. Sebut saja seri Galaxy S10 dari Samsung; G8 Thinq dan V50 Thinq dari LG; Z5 Pro GT dari Lenovo; Mi 9, Mi Mix 3, dan Blackshark 2 dari Xiaomi; maupun OnePlus 7 dan Oneplus 7 Pro. Hampir semua pabrikan telah merilis smartphone flagship dengan chipset terbaru ini.


Untuk itulah sebagai salah satu pabrikan yang cukup ternama dalam industri gawai, Asus pun merilis smartphone dengan otak Snapdragon 855 didalamnya. Smartphone ini selain menjadi yang pertama, tentu saja menjadi penerus seri Zenfone 5 yang telah berumur satu tahun.
Bertempat di Ciutat de les Arts i les Ciències, Valencia, Spanyol, pada 17 Mei 2019 lalu, Asus merilis Zenfone 6 (ZS630KL). Smartphone flagship ini tentu bukan cuma mengandalkan otak Snapdragon 855 saja. Ia harus punya pembeda yang membuatnya dilirik konsumen di pasaran.

Asus membuat tagline ‘defy ordinary’ pada ajang perilisan di Valencia itu. Tagline yang berarti menentang kebiasaan itu memang cukup masuk akal disematkan pada Zenfone 6. Pasalnya, saat banyak pabrikan terbiasa membuat desain yang hampir mirip satu sama lainnya, Asus dengan Zenfone 6 ini menentang kebiasaan itu.

Desain yang tampak berbeda dari Zenfone 6 adalah bagian belakang. Asus masih mempertahankan desain kamera ganda dengan posisi horisontal yang mengapit LED flash. Ia dibingkai dalam sebuah wadah yang bisa disebut sebagai gearbox. Wadah inilah yang menjadi pembeda Zenfone 6 dari seri lainnya, atau bahkan dengan desain yang sudah biasa terlihat di smartphone merek lain.

Beberapa senti meter di bawah kamera ganda itu tampak sebuah fingerprint sensor yang berbentuk persegi panjang tanpa sudut. Ya, Zenfone 6 ini masih memakai sensor fisik di bagian belakang, bukan in-display maupun under-display fingerprint seperti merek sebelah.
Bagian belakang ini terbuat dari bodi kaca Corning Gorilla Glass. Asus tidak menyebut versi berapa Gorilla Glass yang ada di belakang ini. Kemudian tulisan Asus yang cukup besar dengan keterangan perusahaan pembuat secara menyamping mengisi ruang kosong pada bagian bawah bodi belakang ini.

Sementara di bagian depan, Asus membenamkan layar sentuh IPS LCD dengan bentang 6,4 inci, resolusi 1080x2340 piksel, rasio layar 19,5:9, dan dilindungi oleh Gorilla Glass 6. Layar ini hampir bezelless dan tidak memiliki poni maupun tompel untuk menaruh kamera depan. Asus menyebutnya NanoEdge Display. Lalu dimanakah letak kamera depannya?

Zenfone 6 hanya memiliki dua kamera saja, dan dua-duanya terletak di belakang. Kamera utama letaknya ada di sebelah kanan dengan resolusi 48 MP dengan sensor dari Sony IMX 586, bukaan f/1.8, dan ada fitur Laser Autofocus. Sementara kamera sekunder yang ada di sebelah kiri memiliki resolusi 13 MP dengan bukaan f/2.4 yang dipergunakan untuk pemotretan dengan sudut lebar.

Asus menentang kebiasaan dengan tidak memakai kamera depan di layar seperti smartphone berponi pada umumnya, tidak juga pada slider seperti Oppo Find X maupun Mi Mix 3, ataupun pada mekanisme pop-up seperti pada Oppo F11 Pro dan Vivo V15. Asus memakai fitur Flip Camera untuk mengubah kamera belakang menjadi kamera depan.

Gearbox di bagian belakang yang disinggung diatas merupakan wadah yang dipergunakan Asus untuk memfungsikan kamera tersebut menjadi kamera belakang atau mode standby. Apabila diperlukan, kamera akan berputar (flip) menjadi kamera depan. Proses perputarannya pun bisa diatur kecepatannya, begitu juga dengan sudutnya.

Pada tahun 2016, Evercoss pernah memakai desain semacam ini untuk Winner T Selfie. Meskipun pabrikan lokal ini menggunakan flip camera secara manual, tapi paling tidak desain ini enggak baru-baru amat. Bahkan di tahun 2019 ini, Samsung Galaxy A80 juga memadukan antara flip camera dengan fitur slider untuk memutar kamera belakang menjadi kamera depan. ~Lalu, apanya yang defy ordinary, Sus?

Untuk dapur pacu Zenfone 6, sebagaimana sudah disebutkan, diotaki oleh Snapdragon 855. Sementara itu, ada tiga versi RAM dan memori internal, yakni RAM 6 GB dan memori 64 GB, RAM 6 GB dan memori 128 GB, serta RAM 8 GB dan memori 256 GB.

Dapur pacu ini akan menggerakkan sistem operasi ZenUI 6 berbasis Android P yang kali ini tampil layaknya stock Android. Ini pilihan yang baik mengingat banyak orang cukup kecewa dengan tampilan kaku dari ZenUI konvensional. Asus pun menjamin kalau Zenfone 6 bakal mendapat update untuk Android Q beta.

Zenfone 6 punya kelebihan lain di sektor catu daya. Layaknya smartphone Asus seri Zenfone Max, Zenfone 6 punya baterai jumbo dengan kapasitas 5000 mAH. Baterai besar ini ditopang oleh fitur Quick Charge 4.0, sehingga waktu charging tidak begitu lama.
Pada situs AnTuTu Benchmark, Zenfone 6 mendapatkan skor di angka 360-ribuan. Angka ini memang berada dibawah Mi9 yang mendapatkan 370-ribuan.

Buat yang tertarik, sayangnya belum ada tanggal pasti kapan Zenfone 6 bakal hadir di Indonesia. Namun dari beberapa sumber, Asus mengatakan kalau smartphone ini pasti hadir di Indonesia tiga hingga empat minggu lagi. Dengan harga Eropa mulai dari €499 atau sekitar Rp8-jutaan, bisa jadi ketika smartphone ini hadir di Indonesia harganya jadi lebih murah.

Asus pun tidak memberikan opsi lain selain perbedaan RAM, memori, warna Midnight Black dan Twilight Silver, pada Zenfone 6 ini. Jadi pastikan bahwa tidak ada versi ‘lite’ untuk Zenfone 6.

Jika benar kurang dari sebulan lagi Zenfone 6 hadir di pasar Indonesia, meski ada beberapa kekurangannya seperti layar yang masih IPS LCD, quick charge yang masih belum terlalu cepat, tapi konsumen hanya punya satu-satunya pilihan untuk meminang smartphone resmi dengan chipset Snapdragon 855. Kecuali, konsumen Indonesia lebih tertarik dengan smartphone bergaransi distributor.