2019-03-17

Harga dan Spesifikasi Oppo F11 dan Oppo F11 Pro

Perusahaan riset Canalys menyebut kalau pasar smartphone Indonesia tumbuh dengan konsisten di akhir tahun 2018. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini mengindikasikan kalau minat konsumen untuk melakukan upgrade smartphone-nya cukup tinggi.


Minat ini tentu dibaca oleh pabrikan smartphone yang memasarkan produknya di Indonesia. Salah satunya Oppo. Pabrikan asal China ini memang cukup agresif di pasar Indonesia. Itulah sebabnya, menurut hasil riset Canalys, merek yang satu ini cukup kokoh dengan market share 19,5% pada kuartal akhir 2018.

Pada Maret ini pun, Oppo merilis dua smartphone seri F dengan nama Oppo F11 dan Oppo F11 Pro. Buat yang mengikuti sepak terjang Oppo, dirilisnya dua smartphone Oppo seri F ini tentu sebuah kabar baik. Pasalnya Oppo sempat menyebut kalau seri F akan dihentikan.
Penghentian ini disebabkan ‘kesuksesan’ Oppo sendiri dalam mempromosikan jargon “Selfie Expert” lewat seri F. Imaji tentang ahlinya ahli, eh maaf, ahlinya swafoto ini masih terbawa hingga Oppo Find X. Padahal smartphone flagship tersebut merupakan smartphone dengan spesifikasi kelas wahid dengan beberapa fitur nan canggih.

Keputusan untuk mengentikan seri F ini mungkin diralat oleh Oppo setelah mempertimbangkan hasil yang digapai Oppo R17 Pro. Citra Oppo sebagai smartphone yang dibuat untuk swafoto sedikit pudar oleh smartphone tersebut. Itulah sebabnya Oppo F11 dan F11 Pro kemudian dirilis.

Hijrah ini pun ditandai dengan hadirnya jargon baru yakni “Portrait Master”. Meski masih soal kamera, jargon ini mengindikasikan kalau Oppo sekarang menjual teknologi yang lebih canggih, bukan semata foto wajah yang kinclong berlebihan hasil olah software.

Perbedaan yang tampak antara Oppo F11 dan Oppo F11 Pro dari sisi tampilan adalah keberadaan waterdrop notch alias poni tetes air yang dimiliki F11. Poni ini menyembul diatas layar IPS LCD berdimensi 6,5 inci. Sementara Oppo F11 Pro memiliki layar IPS LCD dengan lebar 6,53 inci tanpa poni, bezel tipis, dan memiliki screen-to-body ratio sebesar 90,90%. Layar ini disebut Oppo sebagai Panoramic Screen.

Absennya poni pada layar Oppo F11 Pro menuntut pabrikan untuk membuat desain pop-up guna memunculkan kamera depan dari dalam bodi. Mekanismenya mirip Vivo V15, cuma Oppo F11 Pro menempatkan pop-up kamera depan dan belakang ini di tengah, bukan di sisi kiri. Kalau dilihat dari sisi desain, lumrah sih ada mirip-miripnya, namanya juga saudara.

Sebagai penegas kalau sudah hijrah dari ahlinya swafoto ke Portrait Master, Oppo menempatkan kamera depan ‘hanya’ 16 MP saja dengan bukaan f/2.0 pada Oppo F11 dan F11 Pro. Resolusi ini tentu lebih kecil dibanding Oppo F9 dengan kamera depan 25 MP.

Sementara itu, kamera belakang Oppo F11 dan F11 Pro justru mengalami peningkatan dibandingkan Oppo F9 yang memiliki kamera ganda dengan resolusi 16 MP bukaan f/1.8 dan 2 MP bukaan f/2.4. Oppo F11 dan F11 Pro memiliki kamera ganda di belakang dengan resolusi 48 MP bukaan f/1.8 dan 5 MP bukaan f/2.4. Namun secara default, kamera hanya akan menangkap gambar dengan resolusi 12 MP saja. Untuk mendapatkan resolusi penuh 48 MP, pengguna mesti mengatur agar kamera mengambil gambar dengan mode “Ultra HD”.

Kamera belakang ini diklaim Oppo mampu membaca pemetaan wajah, fitur muka, dan warna kulit dengan lebih baik. Dengan bertumpu pada fokus terhadap potret inilah kenapa Oppo menyebut Oppo F11 dan Oppo F11 Pro sebagai “Portrait Master” dan menghentikan “Selfie Expert”.

Fitur pada kamera belakang itu hadir berkat adanya teknologi AI Ultra-clear Engine. Teknologi ini terdiri atas tiga komponen yang disebut AI Engine, Ultra-clear Engine, dan Color Engine.

Saat AI Engine dipadukan dengan Ultra-clear Engine, kamera mampu menghasilkan Ultra Night Mode. Dalam mode ini, algoritma bakal memadukan tujuh foto dalam kondisi yang kurang cahaya untuk menghasilkan satu foto dengan pencahayaan yang seimbang dan rendah noise.
Sementara itu ketika AI Engine bergabung dengan Color Engine, maka hadirlah Dazzle Color Mode. Mode ini membuat kamera mampu mengenali berbagai jenis pemandangan pada kondisi cahaya yang bagus. Lewat bantuan Algoritma Pixel-grade, mode ini mampu memetakan kurva warna untuk menyempurnakan hasil foto.

Dengan berbagai fitur kamera belakang yang menjanjikan, kamera depan tetap mendapatkan porsi yang sesuai, baik yang berada pada poni di layar Oppo F11 maupun pop-up pada Oppo F11 Pro. Kamera depan ini telah dibenamkan software Beautification 2.0 yang diklaim mampu mengenali 137 data titik wajah sehingga bisa menciptakan hasil foto yang lebih cakep dari aslinya halus.

Dapur pacu Oppo F11 dan F11 Pro sama-sama memakai MediaTek Helio P70 dengan prosesor delapan inti berkecepatan maksimal 2.1 GHz. Perbedaan antara dua smartphone ini terletak pada konfigurasi RAM dan memori saja.

Oppo F11 dipasarkan dengan RAM 4 GB dan memori 128 GB, sementara Oppo F11 Pro hadir dengan RAM 6 GB dan memori 64 GB. Buat yang membutuhkan memori lebih besar lagi, keduanya bisa ditambahkan dengan memori eksternal hingga 256 GB yang bisa dipasang melalui slot hybrid.

Kedua smartphone sudah memakai ColorOS 6.0 yang berbasis Android 9.0 Pie. Software kustomisasi Oppo ini memungkinkan perangkat untuk memakai fitur fast charging VOOC 3.0. Fitur pengisian cepat ini memungkinkan catu daya yang dimiliki kedua smartphone sebesar 4000 mAh tersebut bisa diisi dari 0 % hingga 100 % hanya dalam waktu 80 menit saja.

Seandainya kedua smartphone ini sudah memakai USB Type C, fitur VOOC tersebut mungkin bisa lebih cepat lagi dalam mengisi baterai. Sayangnya, port micro-USB 2.0 masih dipilih Oppo untuk input daya maupun data pada keduanya.

Soal harga, Oppo membanderolnya sedikit lebih mahal dibanding saudara-rasa-kompetitor yang tempo hari merilis Vivo V15 dengan harga Rp4.399.000. Dengan spesifikasi yang hampir serupa, Oppo F11 Pro dibanderol denga harga Rp4.999.000 dengan ketersediaan warna Thunder Black dan Aurora Green. Sementara Oppo F11 dibanderol dengan harga Rp3.999.000 dengan ketersediaan warna Fluorite Purple dan Marble Green.

Untuk yang membutuhkan hasil gambar yang baik, kedua smartphone ini merupakan jawaban yang cukup masuk akal di rentang harga senilai itu. Hanya saja buat yang lebih mementingkan fitur dapur pacu saja dengan rentang harga dibawah itu, tentu bukanlah pangsa pasar yang sedang digarap Oppo.

Spesifikasi:



Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital.