Redmi Note 7 Hadir Dengan Kamera 48 MP dan Banderol Murah



Jelang hari terakhir Consumer Electronic Show (CES) 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat, Xiaomi mengenalkan perangkat terbarunya Redmi Note 7. Perkenalan ini sekaligus mengenalkan sub-brand terbaru pabrikan asal China ini setelah Pocophone. Sub-brand baru ini tetap menyandang nama Redmi.


Praktis untuk lini smartphone, Xiaomi hanya memiliki seri Mi yang akan bertarung di kelas premium. Sementara untuk smartphone yang mengedepankan performa, Xiaomi memiliki Poco atau Pocophone. Dan Redmi ini ditujukan untuk segmen entry-level hingga mid-range.

Pemisahan sub-brand dari merek induknya telah terjadi sejak zaman ZTE yang membuat Nubia pada 2012. Huawei pun sudah memiliki Honor untuk sub-brand-nya. Oppo juga punya Realme. Dan apabila ditelisik, alasan masing-masing merek dalam membuat sub-brand tentu saja soal bagaimana memenangkan pertarungan di pasar. Setiap sub-brand diharapkan memenangi pasar mereka sendiri, sementara merek induknya menjaga diri agar tetap bercitarasa elit di mata konsumen loyalnya.

Pertanyaannya, mampukah Redmi Note 7 yang merupakan produk pertama dari Redmi itu memenangi pertarungan di segmen yang mereka sasar? Tanpa bermaksud mendahului kuasa Tuhan, sepertinya mereka mampu. Sebab melihat price-to-spec yang ditawarkan saat perkenalan itu, Redmi Note 7 cukup menggiurkan untuk diburu.

Dari sisi desain, Redmi Note 7 memakai desain kekinian dengan bodi glossy yang mengadopsi tren warna gradasi. Cuma warna gradasi ini tidak berlaku pada versi warna hitam. Sementara itu jika diperhatikan dengan seksama, Redmi Note 5 memiliki desain yang sama dengan Mi Play.

Di bodi belakang Redmi Note 7 ada setup kamera ganda yang dipasang vertikal dengan flash dibawahnya. Lalu di tengah bodi belakang ini ada fingerprint sensor yang berbentuk lingkaran dan dibawahnya ada tulisan "Redmi by Xiaomi". Kalau dilihat sekilas memang mirip dengan Mi Play, tapi Redmi Note 7 lebih besar dan berat.

Bagian depan Redmi Note 7 dihuni oleh layar dengan panel IPS LCD, lebar 6,3 inci, rasio 19,5:9, dan dilindungi oleh coating Gorilla Glass 5. Smartphone ini memiliki rasio screen-to-body sebesar 81,4 %. Artinya, meski dengan bentang layar 6,3 inci, tak membuat smartphone jadi susah dimasukkan ke saku. Sebab dengan persentase rasio di angka tersebut, smartphone ini bisa memiliki dimensi panjang 15,92 cm, lebar 7,52 cm, dan tebal 0,81 cm. Memangnya ada mulut saku baju orang dewasa yang kurang dari 7,6 cm?

Rasio screen-to-body yang besar pada smartphone memang mengorbankan penempatan kamera depan dan proximity sensor. Alhasil demi tetap mempertahankan layar yang lebar dengan bodi tetap tidak gembrot, pabrikan sengaja membuat 'cacat' yang kerap disebut poni. Redmi Note 7 pun mengadopsi hal serupa. Smartphone ini memakai poni tetes air yang ditempati oleh kamera depan dan proximity sensor.

Kamera depan pada Redmi Note 7 memiliki resolusi 13 MP. Namun sektor kamera depan ini bukan menjadi bahan jualan Redmi, sebab jualannya ada pada sektor kamera belakang yang memiliki resolusi 48 MP. Untuk menegaskannya, di bawah setup kamera ganda di bodi belakang tertulis "48 MP AI Dual Camera". Kamera beresolusi monster ini memiliki bukaan f/1.8. Dengan sensor kamera Isocell GM1 buatan Samsung, kamera ini mampu menghasilkan jepretan dengan resolusi tinggi. Redmi pun menjamin kalau sensor ini ciamik dalam menghasilkan foto meski dalam konidisi cahaya yang kurang bagus. Sementara itu kamera belakang kedua dengan resolusi 5 MP berfungsi membuat efek bokeh.

Andalan lain dari Redmi Note 7 tentu dapur pacunya. Smartphone ini mengandalkan chipset Snapdragon 660 dengan fabrikasi 14nm. CPU chipset ini terdiri dari delapan inti yang mengandung empat Kryo 260 dengan kecepatan 2,2 GHz dan empat Kryo 260 lagi yang berkecepatan 1,8 GHz. Sementara itu urusan grafisnya seperti biasa diserahkan pada Adreno 512. Untuk RAM sendiri ada tiga versi, yakni 3 GB, 4 GB, dan 6 GB. Sementara memori internalnya hanya ada dua opsi, yakni 32 GB dan 64 GB. Pada sisi software, Redmi Note 7 memakai Android 9 Pie dengan kostumisasi MIUI 10.

Untuk menyuplai dapur pacu tadi, Redmi Note 7 ditenagai oleh baterai tanam Li-Po sebesar 4.000 mAh. Menurut petunjuk spesifikasinya, dan ditunjang dengan keberadaan port USB Type-C, smartphone ini mendukung fitur Fast Charging 4 dari Qualcomm. Namun kabarnya, agar bisa menikmati fitur pengisian cepat ini, konsumen harus membeli charger-nya secara terpisah atau charger khusus fast charging yang tersedia banyak di pasaran. ~Ya, beli lah, masak minjem, Rudolfo?

Meski baru dikenalkan, akun media sosial Xiaomi Indonesia sudah meramaikan Redmi Note 7 ini. Hal ini menjadi tanda kalau Redmi Note 7 bakal masuk ke Indonesia secara resmi. Dengan ketersediaan varian spesifikasi dan warna, belum diketahui mana saja yang bakal dibawa Redmi ke tanah air. Cuma untuk soal harga sendiri, Redmi membanderol Redmi Note 7 mulai dari 999 Yuan atau setara Rp2,1 juta hingga versi tertingginya dibanderol 1,399 Yuan atau sekitar Rp2,9 jutaan.

Bagaimana, tergiur dengan penawaran Xiaomi, eh maaf, Redmi ini, bosque? Untuk harganya sendiri dibanderol dengan harga Rp1.999.000 untuk versi RAM 3 GB dan memori 32 GB, sementara untuk versi 4 GB dan memori 64 GB dibanderol Rp2.599.000. Harga ini tergolong murah, sehingga memang berpotensi merusak pasar smartphone dengan chipset Snapdragon 660.

*Artikel yang serupa pernah terbit di Mojok.co.