Bersiap Bayar Bulanan Kalau Masih Pakai Windows 7

Windows 7 masih dipakai oleh sekitar 40% dari pengguna sistem operasi Windows secara keseluruhan. Banyak yang menganggap Windows 7 masih nyaman dipakai dibandingkan penerusnya, Windows 8 dan Windows 10. Namun sayangnya, masa nyaman itu mungkin harus dilepas secara paksa.
Pasalnya Microsoft selaku pemegang lisensi dan pengembang sistem operasi yang dipakai oleh hampir 80% pengguna komputer di seluruh dunia ini akan menghentikan pembaruan keamanan. Artinya data-data dan software yang menghuni komputer dengan Windows 7 tidak akan lagi terlindungi oleh firewall maupun anti-virus bawaan Windows.

Namun anda tak perlu khawatir, meski belum menggunakan Windows 8 ataupun Windows 10, Microsoft bakal tetap melakukan pembaruan keamanan secara berkelanjutan. Namun mereka hanya membatasi hingga tahun 2023 saja. Setelah itu tak akan ada lagi pembaruan dari Microsoft untuk Windows 7.

Kabar tersebut ternyata masih menyimpan kabar lanjutan. Ternyata Microsoft masih akan melanjutkan pembaruan sampai 2023 itu asalkan penggunanya membayar biaya tambahan untuk sekedar menerima pembaruan keamanan. Meski belum jelas berapa yang mesti dibayar, Microsoft akan memulai pembayaran itu pada 14 Januari 2020 mendatang.

Perpanjangan pembaruan atau yang disebut dengan Extended Security Update (ESU) ini hanya berlaku untuk Windows 7 Pro dan Windows 7 Enterprise untuk pelanggan bisnis saja. Sementara itu pengguna Windows 7 Home tidak akan mendapatkannya.

Microsoft pun memberitahukan kembali bahwa penjualan Windows 8 sudah tidak ada, dan peningkatan gratis ke Windows 10 pun dihapus. Kini untuk memakai Windows 10, pengguna komputer mesti mengeluarkan biaya sebesar USD 139 atau sekitar Rp2 jutaan.

Gambar: Gumtree.com