2018-08-30

Tak Masuk Play Store, Fortnite Akhirnya 'Dibalas' Google

Sejak dirilis pada 2017 silam, Fortnite kini sudah memiliki 125 juta pengguna aktif. Penghasilan game petualangan ini sudah mencapai $1 miliar pada Juli 2018 kemarin. Fortnite pun ingin masuk ke Android, namun karena popularitasnya sudah ada, game ini pun hanya bisa diunduh lewat situsnya sendiri alih-alih lewat Play Store. Google pun membalasnya dengan cerdas.


Pengguna Android yang ingin memainkan Fortnite memang harus bersabar. Namun beruntung untuk pengguna ponsel Samsung kelas atas, Fortnite bisa langsung diunduh tanpa melewati antrian. Artinya Fortnite harus diunduh melalui Android PacKage (APK) yang disediakan oleh Fortnite sendiri tanpa penyaringan di Play Store. Google memang rugi dalam hal ini.

Namun sebagai pemilik ekosistem Android, Google rupanya punya cara lain untuk 'membalas' ulah Fortnite ini. Adalah insinyur Google yang bernama Edward membongkar celah keamanan yang dimiliki APK Fortnite. Menurut Edward, celah ini terbuka karena setiap APK yang diinstal di luar Google, maka pengguna mesti mematikan sistem keamanan Android. Sehingga ini membuat keamanan perangkat menjadi berisiko.

Diluar sana beredar APK palsu yang terdeteksi beralamat di com.epicgames.fortnite dan terinstal dengan mudah tanpa sepengetahuan pengguna.

Hal ini membuat CEO Epic Games, Tim Sweeney, emosi. Ia mengatakan bahwa Google semestinya memberitahukan hal tersebut tidak terburu-buru, sebab pihak Epic Games pun sedang mengerjakan pembaruan untuk aplikasi tersebut. Ini seperti ada aroma dendam yang dilakukan Google.

Dan perlu diketahu, tidak masuknya Fortnite di Play Store sebetulnya bukan karena Epic Games jumawa karena popularitasnya, namun Google mematok tarif terlampau tinggi.

Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital.