Refund 100 % Kalau Google dan Facebook Tak Berjalan di Smartphone Huawei

Imbas dari kebijakan Trump yang melarang seluruh perusahaan Amerika Serikat bekerjasama dengan Huawei, membuat perusahaan teknologi asal China ini mengalami penurunan angka penjualan. Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, menjelaskan kalau angka penjualan seluruh perangkat Huawei turun hingga 40 %. Hal ini membuat target penjualan mereka pada tahun ini yang mencapai $30 miliar tak akan tercapai.

Untuk mengantisipasi penjualan yang menurun ini, Huawei memiliki program garansi yang akan menjamin uang konsumen kembali 100 % apabila nanti Facebook, WhatsApp, Gmail, YouTube, Instagram, dan lainnya tidak bisa berjalan di smartphone Huawei. Program garansi ini berlaku hingga dua tahun setelah smartphone itu dibeli.


Saat ini, program garansi uang kembali ini baru berlaku di Filipina. Dikutip dari revu.com.ph, Huawei berjanji kebijakan di Filipina ini akan diterapkan secara global agar pembeli Huawei tidak memiliki keraguan dalam membeli smartphone Huawei. Harapannya dengan program ini, pembeli merasa yakin kalau mereka bisa tetap normal memakai smartphone Huawei, dan secara tidak langsung meningkatkan pula angka pembelian smartphone Huawei. Sayangnya, kebijakan ini hanya kebijakan distributor dan dealer Huawei di Filipina.

Huawei sebetulnya menjamin kalau smartphone yang mereka produksi tetap bisa menjalankan aplikasi dari Google dan Facebook. Namun penetrasi kebijakan dan informasi yang berasal dari Amerika Serikat, cukup membuat calon konsumen mengurungkan niat meminang Huawei. Bahkan pemilik smartphone Huawei pun banyak yang melakukan penjualan kembali perangkatnya akibat informasi tersebut.

Pada dekade ini, Huawei sebetulnya meningkat cukup pesat hingga mencapai rekor pemasukan hingga $100 juta untuk pertama kalinya. Namun pertumbuhan tersebut mengalami hambatan oleh aturan pemerintah Amerika Serikat itu. Huawei kini menantikan fajar yang diharapkan bersinar lagi pada 2021.

Inilah Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy M40

Samsung baru saja merilis Galaxy Seri M yang keempat, Galaxy M40. Smartphone dengan model kamera depan berlubang ini terjun di kelas menengah. Hal ini terlihat dari spesifikasi dan harga yang ditawarkan.


Samsung Galaxy M40 hadir dengan chipset Snapdragon 675 yang dipadu dengan grafis Adreno 612 dan RAM 6 GB. Inilah pertama kalinya Galaxy seri M memakai chipset Snapdragon, alih-alih memakai Exynos. Memori internalnya juga lumayan besar, yakni 128 GB dengan pilihan penyimpanan eksternal yang bisa dipasang microSD hingga 512 GB.

Layar Galaxy M40 memiliki bentang 6,3 inci dengan panel PLS TFT berjenis Full HD plus 2340 x 1080 piksel dengan pelindung Gorilla Glass 3. Layar PLS TFT sendiri sudah dipakai oleh Galaxy M20. Meskipun sempat diejek karena pemakaian PLS, namun panel layar yang dipakai oleh Samsung ini tetap sejajar dengan panel IPS. Ia memiliki kecerahan dan vibrasi warna yang tetap menarik.

Untuk kameranya sendiri, Galaxy M40 memakai kamera depan 16 megapiksel yang ditempatkan di lubang pada layar depan. Di belakang, ada konfigurasi tiga kamera dengan kamera utama 32 megapiksel, kamera kedua untuk mode bokeh sebesar 8 megapiksel, dan kamera ketiga 8 megapiksel untuk ultra-wide.

Software-nya sudah memakai Android 9 dengan antar-muka Samsung One. baterainya sendiri memiliki daya 3.500 mAh yang bisa diisi ulang dengan fitur pengisian cepat. Fitur lain dari Galaxy M40 adalah jaringannya sudah mendukung 4G VoLTE, WiFi, Bluetooth, GPS/A-GPS, dan USB Type-C.

Saat ini, Galaxy M40 baru dipasarkan di India dengan harga Rs19.990 atau setara dengan Rp4,1 jutaan. Belum ada informasi kapan Galaxy M40 akan dibawa ke Indonesia.

Inilah 13 Smartphone Xiaomi yang Segera Dapat Update Android Q

Pabrikan smartphone China memang lumayan gesit dalam melayani pelanggan setianya. Salah satu kegesitan itu terbukti dengan gerak cepatnya mereka dalam mengadopsi pembaruan dari sistem operasi Android. Salah satu pabrikan tersebut adalah Xiaomi.


Xiaomi sudah menyiapkan pembaruan untuk 13 perangkat unggulan mereka. Sejumlah smartphone itu akan diberikan pembaruan untuk Android Q sehingga penggunanya bisa merasakan fitur-fitur baru untuk sistem operasi andalan Google yang paling baru itu. Sebelumnya, Xiaomi sudah merampungkan Android Q Beta untuk tiga smartphone, yakni Mi 9, Mi Mix 3 5G, dan Redmi K20 Pro.

Kabar tentang smartphone yang akan mendapatkan pembaruan Android Q tersebut didapatkan dari forum MIUI resmi berbahasa China. Pada forum itu terdapat sebuah postingan dari manajer produk Xiaomi yang menyatakan pada kuartal keempat tahun 2019, berikut smartphone yang akan mendapatkan pmebaruan:

  • Xiaomi Mi 9
  • Xiaomi Mi 9 SE
  • Xiaomi Mi 8
  • Xiaomi Mi 8 Pro
  • Xiaomi Mi 8 Explorer Edition
  • Xiaomi Mi MIX 2S
  • Xiaomi Mi MIX 3
  • Xiaomi Mi MIX 3 5G
  • Redmi K20 Pro
  • Redmi K20

Menyusul kemudian Redmi Note 7 dan Note 7 Pro bakal mendapatkan Android Q juga pada kuartal pertama tahun 2020. Tidak ketinggalan juga, Alvin Tse membalas twit netizen dengan kepastian bahwa Pocophone F1 bakal mendapatkan pembaruan serupa. Alvin Tse merupakan petinggi Pocophone Global, anak usaha Xiaomi yang memproduksi smartphone Pocophone.

Lalu yang manakah smartphone Xiaomi anda?

Harga dan Spesifikasi Oppo Reno dan Reno 10x Zoom

Oppo Reno resmi dikenalkan di Beijing pada April lalu. Kini andalan baru Oppo tersebut sudah siap dipesan di Indonesia pada 18 Juni nanti. Ada dua jenis Reno yang bias dibeli pada tanggal tersebut, yakni Oppo Reno reguler dan Oppo Reno 10x Zoom. Berapa harga dan seberapa hebat spesifikasinya?


Reno versi reguler ditenagai oleh Snapdragon 710 dengan opsi RAM dan memori mulai dari 6 GB + 128 GB hingga 8 GB + 256 GB. Layar yang sudah dilindungi Gorilla Glass 6 ini memiliki bentang 6,4 inci dengan panel AMOLED yang beresolusi 1080 x 2340 piksel. Panel ini memungkinkannya bisa dipasangi pemindai sidik jari under display.

Ada dua kamera di bagian belakang Oppo Reno. Yang pertama memiliki resoulusi 48 megapiksel dan kedua memiliki resolusi 5 megapiksel dengan fungsi sebagai depth sensor.

Sektor daya ditenagai oleh baterai dengan kapasitas 3.765 mAh dengan fast charging VOOC 3.0 dengan pengisian cuma 80 menit untuk mencapai 0 hingga 100 persen.

Sementara itu, sebagai versi tertinggi, Oppo Reno 10x Zoom memakai Snapdragon 855 dengan RAM 8 GB dan memori 256 GB.

Layar Reno 10x Zoom juga sedikit lebih besar, yakni 6,6 inci dengan sama-sama memakai panel AMOLED. Maka Reno ini tentu memiliki pemindai sidik jari under display yang sama dengan Reno reguler.

Kamera belakang Reno 10x Zoom memiliki tiga kamera dengan masing-masing memiliki resolusi 48 megapiksel sebagai kamera utama, 8 megapiksel debagai wide angle, dan 13 megapiksel sebagai kamera telephoto. Kamera telephoto ini menjadi fitur unggulan dari Reno 10x Zoom, sebab ia menggunakan metode periskop yang memungkinkannya bisa melakukan perbesaran objek hingga 10 kali.

Baik Reno 10x Zoom dan Reno reguler sama-sama memakai kamera depan 16 megapiksel dengan mekanisme pop-up. Cuma metode motoriknya hanya memunculkan sudut sebelah kanan saja sehingga mirip sirip hiu.

Baterai Reno 10x Zoom memiliki kapasitas 4065 mAh, yang juga sama-sama memiliki fitur VOOC 3.0.

Saat ini, beberapa marketplace mulai membuka blind pre-order terhadap Oppo Reno dan Reno 10x Zoom. Mereka sendiri belum membuka harga meskipun peserta pre-order meski menyetor sejumlah uang muka. Namun, ada bocoran dari salah satu peritel yang dikutip oleh akun pengamat gawai Herry SW, bahwa harga Oppo Reno reguler sebesar Rp7.999.000 dan Oppo Reno 10x Zoom sebesar Rp12.999.000.

Nubia Red Magic 3: Calon Pesaing Ketat ROG Phone di Indonesia

Nubia kembali membuat gebrakan dengan melanjutkan produksi smartphone gaming andalan mereka. Anak usaha ZTE ini kembali merilis Red Magic 3, sebagai penerus Red Magic dan Red Magic Mars. Kabar baik dari itu semua, Nubia bakal membawa smartphone ini ke Indonesia.

Nubia sendiri memang tidak begitu terdengar gaungnya di tanah air. Smartphone seri M2 yang mereka andalkan terkesan hilang ditelan smartphone baru dengan fitur mutakhir yang dirilis oleh nama-nama besar.



ZTE Mobile Indonesia pun tak terdengar merilis smartphone baru di sini. Kalau nama ZTE banyak ditemukan di pasar, itu karena mereka memang fokus dalam melakukan penetrasi di industri telekomunikasi diluar smartphone. Makanya ketika terdengar kabar Red Magic 3 bakal dipasarkan secara global termasuk ke Indonesia, banyak yang berharap ZTE ikut peta persaingan pasar smartphone lagi.

Nubia Red Magic 3 diharapkan mampu mengangkat kembali nama besar ZTE maupun Nubia sendiri. Pasalnya Red Magic 3 ini bisa menjadi satu-satunya smartphone gaming dengan chipset flagship yang beredar di pasar Indonesia. Saat ini, baru Asus ROG Phone yang bercokol dalam daftar. Apabila Red Magic 3 masuk, tentu bisa menjadi pilihan paling baik dari sisi chipset yang dipergunakan dan komparasi harganya.

Red Magic 3 memakai chipset flagship terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 855. Dengan clockspeed prosesor hingga 2,84 GHz, Red Magic 3 juga ditopang dengan tiga pilihan RAM, yakni 6 GB, 8 GB dan 12 GB. Baterainya 5000mAh tergolong jumbo untuk ukuran smartphone flagship. Besarnya baterai ini pun sudah didukung oleh fitur fast charging dengan kapasitas pengisian 18 W.

Diatas kertas, spesifikasi smartphone gaming ini bakal lancar jaya dalam memainkan PUBG Mobile, Vainglory, Fortnite, Asphalt 9, dan game-game berat lainnya tanpa lag. Namun masalah umum dalam smartphone gaming adalah panas. Makanya beberapa smartphone gaming membuat beraneka ragam cooling system. Ada yang memakai liquid cooling system seperti Xiaomi Blackshark dan vapor chamber layaknya Razer Phone dan ROG Phone.

Khusus untuk ROG Phone sendiri ada pendingin tambahan ketika vapor chamber dirasa tidak cukup membuang panas. Asus menyediakan AeroActive Cooler yang dijual terpisah. Sekedar informasi, edisi lengkap ROG Phone beserta aksesorisnya termasuk kipas pendingin itu bisa mencapai Rp30 jutaan.

Pada Red Magic 3 ada dua jenis pendingin yang bekerja bersama-sama secara hybrid. Pendingin pertama terbuat dari kipas angin pembuang panas dengan kecepatan 14.000 rpm, sehingga Red Magic 3 didaulat sebagai smartphone gaming dengan kipas angin built-in pertama di dunia.

Pendingin Red Magic 3 yang kedua merupakan pendingin cair. Nubia mengombinasikan cairan di tabung pendingin, tembaga konduktor suhu tinggi, dan batang karbon berlapis untuk menciptakan pendingin cair ini. Bersama kipas angin tadi, sistem pendingin ini bahu membahu membuang panas dari dalam smartphone. Nubia mengklaim kalau sistem ini mampu bertahan hingga 30.000 jam atau 3,5 tahun.

Menariknya dengan sistem pendingin yang memungkinkan pembuangan dilakukan melalui lubang ventilasi, Red Magic 3 memiliki sertifikat IP 55 yang membuat smartphone ini tahan siraman air dan debu.

Di bagian depan, Nubia Red Magic 3 memiliki layar 6,65 inci dengan panel AMOLED, resolusi FHD+ 1030x2340 piksel, yang memiliki refresh rate sebesar 90 Hz. Angka refresh rate yang sama dengan milik ROG Phone ini bakal meningkatkan kehalusan layar ketika game maupun video dimainkan. Layar ini tidak memiliki poni, sehingga untuk kamera selfie 16 megapiksel dengan bukan f/2.0 ditempatkan di bezel konvensional dibagian atas. Meski tidak begitu tebal, bezel di bagian atas dan bawah ini berguna untuk game handling.

Red Magic 3 memiliki desain belakang yang tidak berbeda jauh dengan pendahulunya. Aksen segitiga di bagian atas dan bawah yang terhubung oleh garis LED masih dipakai di smartphone ini. Kameranya pun masih memakai kamera tunggal, yang kali ini ditingkatkan resolusinya menjadi 48 megapiksel dengan sensor Sony IMX586. Kamera ini mampu menghasilkan rekaman video dengan kualitas 8K.

Hal lain yang membuat Red Magic 3 absah sebagai smartphone gaming adalah keberadaan dua tombol tambahan di sisi kanan yang berguna buat menggantikan tombol R1 dan L1 kalau di console gaming. Tombol ini tidak clickable namun capacitive, sehingga tidak dibutuhkan tenaga ekstra bagi kedua jari telunjuk untuk memfungsikannya.

Untuk menambahkan pengalaman gaming semakin menyenangkan, sound system Red Magic 3 ditopang oleh DTS:X Surround Sound yang menghasilkan suara dramatis, dan tiga mic dengan noise cancellation yang berguna buat para streamer dalam menginput suara. Oh iya, Red Magic 3 tentu masih menambahkan headphone jack 3,5 mm.

Dari sisi software, Red Magic 3 memakai Android 9 murni. Didalamnya ditambahkan “Game Space 2.0” yang berguna sebagai dasbor untuk menyimpan pengaturan seluruh game yang telah diinstal. Pada dasbor ini, pengguna bisa mengatur kecepatan kipas, perekaman layar, maupun pilihan notifikasi yang muncul ketika bermain game. Komplit.

Perpaduan chipset flasghip, grafis ciamik, dan software murni tanpa bloatware, membuat Red Magic 3 mendapatkan skor AnTuTu yang melampaui Mi 9 sebagai pemegang puncak klasemen. Red magic 3 mendapatkan skor 377.000, sementara smartphone Xiaomi itu memperoleh 371.000.

Nubia menawarkan empat warna untuk Red Magic 3. Ada hitam, merah, camouflage yang mirip army-look, dan gradasi merah-biru. Saat ini Nubia baru memasarkan Red Magic 3 warna hitam dengan RAM 8 GB dan memori internal 128 GB, dengan harga $479 atau setara dengan Rp6,8 juta. Untuk pasar Indonesia, Nubia belum memastikan waktunya kapan dan versi mana saja yang akan dibawa.

Untuk saat ini, Nubia Red Magic 3 cukup menjanjikan apabila jadi masuk secara resmi ke tanah air. Meski dengan tambahan aksesoris Gaming Port yang bakal dipinang para streamer, rasanya paket komplit smartphone ini tak lebih dari Rp10 juta. Harga ini sudah termurah, karena saingannya cuma ROG Phone yang dari sisi chipset pun sudah tertinggal satu langkah.

Spesifikasi Red Magic 3:
Layar : 6,65 inci AMOLED FHD+ 1080 x 2340 piksel, rasio 19,5:9
Proteksi layar : Gorilla Glass (spesifikasi tidak disebutkan)
Chipset : Snapdragon 855 octa core 2,84 GHz
Grafis : Adreno 640
RAM/Memori : 6 GB/64 GB, 6 GB/128 GB, 8 GB/128 GB, 12 GB/256 GB
Kamera : Belakang 48 MP, f/1.7, Sensor Sony IMX586, Depan 16 MP, f/2.0
Baterai : 5000 mAh
Konektivitas : Wi-Fi 802.11, Bluetooth 5.0, GPS, USB 3 Type C
OS : Android 9 Pure


Pernah dimuat di Mojok.co

Mac Pro 2019 Hadir dengan Spesifikasi Monster dan Harga Rp 85 juta

Apple Worldwide Developer Conference (WWDC) 2019 menjadi momentum Apple dalam merilis Mac Pro 2019. Dengan desain tampilan yang sedikit baru, Mac Pro kali ini dibanderol dengan harga $5,999 atau setara dengan Rp85 juta.


Desain komputer pribadi ala Apple ini cukup unik. Meski masih menerapkan sedikit desain tahun sebelumnya, Mac Pro kali ini lebih terang dalam mengadopsi pola parutan keju pada muka dan bagian belakangnya. Sementara di sisi kanan dan kiri dibiarkan polos saja.

Dengan balutan bingkai dan casing alumunium membuat Mac Pro cukup dinamis untuk desain bodinya. Apple memberikan desain bodi yang mudah untuk dicopot-pasang dalam satu tarikan saja. Ketika casing ini dilepas, bagian dalam Mac Pro terlihat sepenuhnya, sehingga pengguna bisa melakukan upgrade jika diperlukan. Sayangnya bagi kebanyakan orang, spesifikasi Mac Pro ini sudah cukup tinggi.

Mac Pro dibekali dengan otak prosesor Intel Xeon W dengan prosesor octa-core 3,5 GHz yang bisa diperluas hingga 2,5 GHz 28-core dengan cache 66,5 MB. Slot RAM Mac Pro sudah terpasang DDR4 ECC 32 GB yang bisa diekspansi hingga 1,5 TB.

Pada sektor grafis ada tiga pilihan kartu grafis, yakni AMD Radeon Pro 580X GDDR5 8GB, AMD Radeon Pro Vega II HBM2 32 GB, dan AMD Radeon Pro Vega II Duo (GPU Vega II dan GPU HBM2 64 GB). Mac Pro juga punya 8 slot internal kartu PCI Express yang terdiri dari  2 ruang MPX, 3 slot PCI Express panjang penuh, dan 3 slot PCI Express setengah panjang. Ada juga  2 port USB 3, lalu 2 port Thunderbolt 3, dan lubang jack audio 3,5mm.

Untuk yang berminat meminang komputer personal dengan sistem operasi MacOS Catalina dari Apple ini, silakan menunggu hingga September 2019 mendatang.

Setelah Oppo, Xiaomi Perkenalkan Kamera Under-Display

Beberapa jam setelah Oppo mengenalkan kamera 'under-display' mereka, kali ini giliran Xiaomi. Pabrikan yang sama-sama berasal dari China ini bahkan mengenalkan lebih jauh teknologi kamera 'under-display' yang mereka miliki.


Presiden Xiaomi, Lin Bin, juga mengunggah video di situs Weibo tentang teknologi Xiaomi tersebut. Video yang menyandingkan antara sebuah smartphone prototype dengan Mi 9 tersebut dipergunakan untuk selfie. Sebelumnya, baik Mi 9 dan smartphone prototype itu dinyalakan user interface-nya. Mi 9 tampak memiliki poni water-drop, sementara smartphone satunya lagi hampir bezeless bahkan diatasnya tidak tampak ada kamera.

Meskipun tidak tampak ada kamera depan sama sekali, namun smartphone prototype tersebut bisa dipakai untuk memotret. Ya, teknologi kamera 'under-display' ini hampir serupa dengan yang dikenalkan Oppo sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, silakan simak video yang juga diunggah akun Twitter Xiaomi berikut ini.




Untuk teknologi kamera 'under display' ini, Xiaomi telah mendaftarkan sebuah hak paten untuk mekanisme optik yang memungkinkan cahaya menerobos dengan baik hingga sensor kamera dibawah layar.

Sayangnya, meski smartphone prototype ini sepertinya sudah berfungsi dengan baik, belum ada informasi resmi kapan smartphone dengan teknologi tersebut diluncurkan. Semoga hal ini tidak terjadi pada smartphone lipat yang posternya pernah muncul juga di Weibo. Sampai saat ini, Xiaomi belum mengabarkan kapan smartphone lipat itu direalisasikan.

Oppo Kenalkan Kamera Depan 'Under-Display'

Oppo akhirnya merilis kamera depan 'under-display' untuk pertama kalinya. Ini pertama kalinya kamera yang biasa dipergunakan untuk selfie tersebut tidak berada di poni, di bezel atas, maupun di pop-up. Sebab kamera tersebut ada dibawah layar smartphone. Keren.


Perkenalan kamera depan milik Oppo tersebut memang tidak di ajang yang resmi, namun di situs Weibo. Adalah Wakil Presiden Oppo, Brian Shen, yang mengunggah sebuah video yang menunjukkan sebuah smartphone prototype bisa memotret dari kamera yang berada dibawah layar. Unggahan video ini kemudian diunggah kembali oleh akun Oppo di Twitter.




Namun sebagaimana diakui Brian Shen, kamera depan ini tentu masih memiliki kelemahan. Sebab ia belum bisa berfungsi layaknya kamera normal. Kamera dibawah layar tentu saja masih terhalang secara optik oleh layar tersebut. Mudah-mudahan Oppo bisa segera menyempurnakannya.

Oppo sendiri cukup banyak berinovasi di industri smartphone. Salah satu yang cukup terkenal adalah teknologi super-fast charging VOOC dan periscope zoom lenses yang membawa smartphone Oppo cukup memberi warna pada pasar smartphone. Untuk inovasi kamera dibawah layar ini, Oppo belum menjanjikan apa-apa tentang kapan teknologi ini akan hadir di pasar.

Nokia 6.2 Hadir dengan Layar Punch-Hole dan Kamera 48 MP

Nokia sedang menjadi sorotan media sebab ada dua event yang bakal dihelat oleh pabrikan asal Finlandia ini pada tanggal yang sama. Event pertama akan dihelat di India untuk merilis Nokia 9 PureView dan Nokia 1 Plus. Kemudian event kedua akan dihelat di Milan untuk smartphone baru mereka, yang diprediksi merupakan Nokia 6.2.


Banyak yang menduga kalau Nokia 6.2 merupakan re-brand dari Nokia X71, padahal bukan. Keduanya merupakan perangkat yang berbeda satu sama lain. Menurut Nokia Anew, Nokia 6.2 layarnya 6,2 inci, lebih kecil dibanding Nokia X71 yang memakai 6,39 inci. Chipset yang dipakai pun berbeda, sebab Nokia 6.2 memakai Snapdragon 632, alih-alih Snapdragon 660 seperti yang dipakai Nokia X71.

Selain itu, Nokia 6.2 memiliki layar dengan punch hole untuk menempatkan kamera selfie. Sementara dua kamera belakang disematkan yang membedakannya dengan Nokia X71. Di bagian belakang ini, Nokia juga menyematkan fingerprint sensor.

Hal yang menarik ada di kamera Nokia 6.2. Selain harganya yang dibanderol di kisaran $290, kamera ini bakal berjaya untuk memotret kondisi low-light yang bisa disejajarkan dengan Samsung Night Mode ataupun Google Night Sight. Sebab kamera utama di bagian belakang tersebut merupakan produksi dari Zeiss Optics dengan resolusi 48 megapiksel.

Review Honor 20 Pro: Flagship Terjangkau Dengan Kamera Diatas Samsung Galaxy S10 Plus

Sejak mandiri dari Huawei pada 2018 lalu, Honor terus mencari jati diri dengan menyasar pasar yang berbeda dari induknya itu. Ia menargetkan anak muda, dengan produk yang memiliki spesifikasi bagus dengan harga yang seterjangkau mungkin.

Produk yang dibuat Honor sering menitikberatkan pada spesifikasi dapur pacu dan kamera, dengan menghilangkan beberapa printilan yang dirasa jarang dipakai. Ciri khas lainnya adalah produknya memiliki fitur yang sejajar pada kelas yang sama pada parameter tertentu, namun hadir dengan harga yang berada dibawahnya.

Hal ini terbukti dengan kehadiran flagship baru mereka, Honor 20 Pro. Smartphone yang diklaim berada segaris dibawah Huawei P30 Pro ini dirilis bersamaan dengan Honor 20 dan Honor 20 Lite di London, Selasa (21/5/2019) kemarin. Honor 20 Pro menjadi kelanjutan dari strategi Honor dalam menyisir pangsa pasar yang tidak tergarap induknya. Dengan kata lain, smartphone ini bisa dibilang merupakan versi murah dari Huawei P30 Pro.

Desain Honor 20 Pro di bagian depan mengingatkan pada Samsung Galaxy S10, dimana layarnya dihuni sebuah punch hole sebagai wadah kamera depan 32 megapiksel dengan bukaan f/2.0. Perbedaannya hanya pada posisi penempatannya saja, dimana kalau dilihat oleh pengguna, punch hole Honor 20 Pro berada di sebelah kiri.

Layar Honor 20 Pro masih menggunakan IPS LCD dengan lebar 6,26 inci beresolusi 1080 x 2340 piksel. Layar jenis ini membuatnya harus rela mempertahankan keberadaan pemindai sidik jari di bodi bukan di layar seperti flagship kekinian pada umumnya. Namun untunglah desainernya menempatkan sidik jari ini di sisi sebelah kanan, sehingga bodi belakangnya masih bisa menampilkan balutan kaca yang ciamik dengan maksimal.

Honor menempatkan bodi kaca ini dalam balutan warna yang cukup mewah. Namun mereka tak menyebutkan jenis kaca apa yang membalut layar depan tadi dan bodi belakang ini. Yang jelas untuk bodi belakang, sidik jari pengguna bisa dengan mudah menempel dan merusak nuansa mewah yang sudah terbangun oleh desainnya ini. Makanya pemakaian case cukup disarankan.

Sayangnya pemakaian case tetap tidak akan terlalu menolong untuk membalut modul kamera belakang Honor 20 Pro. Pasalnya modul kamera di bodi belakang ini cukup menonjol sehingga meskipun ada case, ia tetap tak terproteksi.

Jualan utama dari Honor 20 Pro adalah kamera belakang yang terdiri dari empat jenis. Kamera pertama memiliki resolusi 48 megapiksel dengan sensor Sony IMX586. Secara default, kamera dengan lensa berbukaan f/1.4 ini menghasilkan foto dengan resolusi 12 megapiksel. Dengan mekanisme quad bayer pixel binning, empat piksel pada sensor tersebut diubah menjadi satu sensor saja.

Itulah mengapa meskipun tanpa bantuan Leica layaknya Huawei P30 Pro, kamera Honor 20 Pro bisa bertengger di tiga besar kamera smartphone terbaik saat ini versi DXOMark dengan raihan angka 111. Angka ini berada dibawah Huawei P30 Pro dan Samsung Galaxy S10 5G, namun diatas Huawei Mate 20 Pro, Huawei P20 Pro, dan Samsung Galaxy S10 Plus.

Kamera utama tadi sebetulnya hampir sama dengan yang dipakai oleh Honor View 20. Bahkan dengan mekanisme pixel binning yang tadi dipakai. Hanya saja, ada beberapa perbaikan pada Honor 20 Pro seperti penambahan optical image stabilization dan diafragma lensa yang semakin besar dibandingkan milik View 20.

Kamera kedua merupakan kamera yang bisa memotret dengan sudut lebar sebesar 117° yang disebut Super Wide Angel dengan resolusi 16 megapiksel. Kamera ketiga adalah kamera telefoto dengan resolusi 8 megapiksel yang mampu memperbesar objek melalui tiga kali perbesaran optik, lima kali perbesaran hybrid alias campuran antara optik dengan digital, dan 30 kali perbesaran digital. Dan kamera yang terakhir, alih-alih menambahkan sensor ToF layaknya Huawei P30 Pro, Honor membenamkan kamera makro dengan resolusi 2 megapiksel. Ya, meski jarak paling dekatnya baru 4 sentimeter, lumayan sih daripada kecanggihan ToF yang belum optimal dipakai.

Honor 20 Pro memakai chipset 7 nm HiSilicon Kirin 980 dengan Dual-NPU. Buat yang belum tahu, NPU merupakan singkatan dari Neural-network Processing Unit. Istilah ini untuk menamai sebuah proses di dalam chipset yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur konsumsi daya, performa, serta gambar yang dihasilkan smartphone. Jadi kalau ada istilah Dual-NPU, chipset tersebut lebih baik hampir dua kali lipat dibanding chipset generasi sebelumnya.

Honor 20 Pro hanya memiliki opsi RAM 8 GB dan memori internal 256 GB saja. Spesifikasi ini tentu bisa dibawa ngebut untuk menjalankan sistem operasi berbasis Android 9.0 yang dikembangkan Honor, Magic UI 2.1. Sistem operasi ini sebetulnya hanyalah sebuah pengemasan ulang dari EMUI yang dipakai oleh Huawei dan Honor sebelumnya. AnTuTu Benchmark mencatat sistem yang dipadukan Honor ini hanya mendapat angka 300ribu lebih sedikit saja. Angka ini lima puluhan ribu berada dibawah dibandingkan smartphone dengan chipset Snapdragon 855.

Honor 20 Pro dibanderol di angka €599 atau setara dengan Rp9,7 jutaan. Harga ini mungkin bisa bersaing di kelas flagship, apalagi itu merupakan harga di Eropa. Ditilik dari spesifikasinya, saingan dekat Honor 20 Pro adalah Asus Zenfone 6. Keunggulan Honor 20 Pro adalah skor DXOMark diatas, sementara Asus Zenfone 6 memiliki kelebihan desain yang cukup unik.

Pihak Honor mengabarkan kalau Honor 20 Pro akan diupayakan masuk ke Indonesia. Namun melihat dinamika politik-bisnis yang terjadi di Amerika Serikat yang berimbas pada rantai industri Huawei dan anak usahanya, rasa-rasanya semenggiurkan apapun Honor 20 Pro, penjualannya bakal tersendat. Yang perlu dicatat, para Huawei-Fans menganggap smartphone adalah bonus, sebab yang mereka beli adalah kameranya. Mungkinkah itupun terjadi pada Honor 20 Pro?